Polda Papua Tetapkan Ja’far bin Umar Thalib dan 6 Orang Pengikutnya Sebagai Tersangka Kasus Pengrusakan Rumah di Koya

0
849
Dirkrimum Kombes Pol Toni Harsono didampingi Kabid Humas Polda Papua AM. Kamal saat menunjukan barang bukti. (Ardiles / lintaspapua.com)

JAYAPURA  (LINTAS PAPUA) –  Setelah diperiksa secara marathon oleh penyidik, akhirnya Direktorat Kriminal Umum menetapkan 7 tersangka dalam kasus pengrusakan dan penyerangan salah satu rumah warga di Koya Barat, Distrik Muara Tami, Rabu kemarin.

Tujuh pelaku yang ditetapkan sebagai tersangka yakni JUT, AB, AY, AR, IH, MM, dan AR alias A. Sedangkan satu orang lainnya yakni Fauzi sudah dipulangkan karena tidak terlibat dalam kasus penyerangan tersebut.

Direktur Direktorat Kriminal Umum Polda Papua, Kombes Pol Toni Harsono di Mapolda Papua Kamis (28/2/2019) malam menuturkan, tujuh dari ke-delapan yang ditetapkan jadi tersangka, setelah penyidik Direktorat kriminal umum Polda Papua melakukan gelar perkara dengan keterangan serta barang bukti yang dikumpulkan.

“Setelah dilakukan pemeriksana secara marathon dari kemarin malam ketika ke delapan orang itu diamankan, Siang tadi dilakukan Gelar perkara dan tujuh orang ditetapkan sebagai tersangka,” ungkapnya saat didampingi Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol AM.Kamal di Media Center Mapolda Papua.

Untuk satu pelaku lainnya yakni Fauzi tidak ditetapkan sebagai tersangka, karena yang bersangkutan saat kejadian tidak berada di lokasi.

“Dari hasil gelar dan keterangan yang bersangkutan tidak terlibat, sehingga sore tadi telah dipulangkan,”kata Toni.

Sementara untuk tersangka JUT yang merupakan pimpinan dalam aksi tersebut kini masih dalam perawatan medis karena yang bersangkutan mengalami gangguan kesehatan saat diperiksan oleh penyidik.

“Kalau kesehatannya terus memburuk maka JUT akan di bantarkan namun semua tergantung dari keterangan Dokter. Kapolda pun telah menjenguk beliau tadi siang,” jelasnya.

Ia menambahkan, tersangka JUT, AB dan AY akan dikenakan pasal berlapis yakni undang-undang darurat lantaran kepemilikan senjata tajam.

“Tujuh orang ini kita kenakan pasal 170 ayat 2 sementara tiga orangnya ditambahkan dengan undang-undang nomor 12 tahun 1951 tentang kepemilikan senjata tajam,” terangnya.

Saat ini enam orang yang ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik telah menjalani proses penahanan di Mapolda Papua, sementara JUT masih menjalani proses rawat nginap di rumah sakit Bhayangkara Jayapura. Sebagaiman diketahui Ja’far bin Umar Thalib (lahir di Malang, Jawa Timur, Indonesia, 29 Desember 1961) adalah pendiri Laskar Jihad, sebuah organisasi Islam militan di Indonesia. ( Ardiles / lintaspapua.com )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here