JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Jayapura, menggelar Sosialisasi aplikasi Permohonan Pemeriksaan Karantina (PPK) online, dan registrasi pengunaan jasa karatina ikan, pengendalian mutu dan keamanan hasil perikanan bagi 30 orang undangan dari pelaku usaha perikanan di kota dan Kabupaten Jayapura.

 

Kepala Balai Karantina Ikan,, Pengendalian Mutu  dan Keamanan Hasil Perikanan(BKIPM)Jayapura, Suardi, S.Pi., MP., M.Si., , saat memberikan keterangan kepada media. (Fransisca / lintaspapua.com)

Juga di hadiri stakeholder yang biasa melakukan pengiriman, UPP pembenihan, satuan pengawas dari pengawasan sumberdaya kelautan dan perikanan(PSDKP), dengan pemateri dari BKIPM Jayapura, Dinas perikanan Kota Jayapura. Kamis(28/2/2019), kantor BKIPM Argapura Jayapura.

KepalaKBalai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Jayapura,, Suardi, S.Pi., MP., M.Si., mengatakan bahwa  pentingnya sosialisasi berkaitan dengan pengenalan dan pengunaan Web BKIPM.

 

“Penguna jasa itu, bermohon itu tidak perlu ke kantor, jadi dia cukup lewat web, bermohon, langsung kita respon setelah ada permohonan, jadi untuk mempermudah penguna jasa. Dalam Sosialisasi bekerjasama dengan Dinas Perikanan Kota Jayapura terkait perijinan sama SIUP.” Katanya.

Suardi menjelaskan, bahwa kendala Yang di hadapi Oleh penguna BKIPM yaitu sinyal dan adaptasi dari manual ke online

“Karena ini berbasis web, jadi kadang terkendala dengan jaringan, tapi tetap berjalan. Karena sistem baru terkait dengan pelaku usaha biasa yang manual, beralih ke yang digital itu, agak membingungkan, tapi kita tetap akan bantu karena Sudah menjadi tangung jawab kami, karena ini harus berjalan di bulan April nanti,” jelasnya

Kemudian Suardi memaparkan,  keuntungan juga kemudahan bila mengunakan Web BKIPM.

“Kalau dari sistem ini tidak perlu datang ke kantor, kapanpun mau kirim, dimana saja mau di kirim ke web permohonannya bisa, jadi berbasis web.”Tuturnya.

Selain itu Suardi dan BKIPM memiliki harapan memudahkan semua pihak dan tercatat jelas datanya.

“Kami berharap penguna jasa itu bisa melakukan permohonan secara online, dan terkait dengan tresisnya, jadi nanti pada saat sistem ini berlaku, semua produk perikanan itu gampang kita telusuri, ini bahan bakunya dari siapa, dari mana, pemiliknya siapa,penerimanya siapa, jelas, alat angkutannya apa, kita ujinya uji apa, tertelusuri, sampai ke daerah tujuan, alamatnya dimana, Nomor KTP nya berapa, identitasnya lengkap, tidak ada informasi yang double,” harapnya.

Di satu sisi BKIPM online ini disebutkan Suardi, dapat menghindarkan semua pihak dari penyalahgunaan dana, bahkan Gratifikasi.

“Berbasis online ini, Sudah terhindar dari semua penyimpangan, nanti kita pakai mesin EDC atau electronic Data cepture menghindari gratifikasi, dan langsung masuk ke kas negara, resiko kehilangan tidak ada, karena mengunakan uang non tunai, semua dalam pembukuan,dengan EDC semua bisa di minimalisi,” pungkasnya. (Fransisca / lintaspapua.com )