Beranda Noken Renungan Malam : PERCAYA KEPADA TUHAN

Renungan Malam : PERCAYA KEPADA TUHAN

0
933

Markus 4 : 35 – 41

 Oleh: Pdt. Dr. Anthony Chang, M.Th

Kita dirancang bagi kemuliaanNya, pada waktu Tuhan Yesus berada di muka bumi Ia melatih rohani murid-muridNya lewat berbagai peristiwa.

Ada peristiwa yang muridNya hanya menyaksikan saja, ada peristiwa dimana Tuhan melatih pikiran murid-muridNya.

Dan dalam peristiwa yang tertulis dalam ayat bacaan di atas telah mengemukakan bahwa Allah yang tidak terbatas sedang berinteraksi dalam sebuah perahu yang terbatas dan dengan kemampuan muridNya yang terbatas pula.

Dimana saat itu taufan datang menghempas perahu mereka, sampai air masuk ke perahu mereka, sedangkan Yesus sedang tidur di buritan. Sehingga murid-muridNya berteriak, “guru, apakau Engkau tidak peduli – kita binasa ?”.

Dalam hal ini, apakah Tuhan Yesus tidak tahu dan tidak peduli atas peristiwa yang sedang terjadi ? Tentunya tidak demikian. Semuanya itu dibiarkan terjadi bukan berarti Tuhan tidak peduli atau tidak mengerti peristiwa tersebut, namun Dia sedang mendidik mereka untuk percaya sepenuhnya kepada Tuhan.

Dan yang menjadi pertanyaan adalah : mengapa mereka takut walaupun mereka bersama Tuhan Yesus ? Karena mereka takut mati, dan secara umum semua manusia takut mati. Namun Yesus memberi jawaban “Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepadaKu, ia akan hidup walaupun ia sudah mati” (Yohanes 11:25).

Bukankah kita juga sering diperhadapkan dengan berbagai peristiwa yang membuat kita sangat takut dan merasa seolah-olah kita tidak sanggup untuk hidup lagi ? semuanya itu terjadi karena kita yang membesar-besarkan masalah yang sedang kita hadapi dibanding penyertaan Tuhan yang lebih dari segala-galanya.

Kalau danau dapat menjadi teduh dan taufan menjadi diam, orang lumpuh dapat berjalan, orang tuli dapat mendengar, orang buta dapat melihat, bahkan orang mati dibangkitkan; masihkah kita tidak percaya akan kasih dan kuasa Tuhan ?.

Saudara, seberapa besar persoalan yang sedang kita hadapi tidak akan membawa pada kematian. Entah itu persoalan pekerjaan, ekonomi, rumah tangga atau hal yang lain. Seandainya persoalan itu sampai membawa pada suatu kematian, jangan takut – tetaplah percaya kepada Tuhan, sebab kehidupan kekal menjadi jaminan kita. Amin. (Copyright © 2018 Multimedia Department Graha Bethany Nginden. All rights reserved )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here