Renungan Hari Minggu 24 Februari 2019 : ALAMI MUJIZAT

0
1848

Bahan Bacaan Yesaya 48 : 12-22 dan Lukas 17 : 6

 

”Mereka tidak menderita haus, ketika Ia memimpin mereka melalui tempat-tempat yang tandus; Ia mengeluarkan air dari gunung batu bagi mereka; Ia membelah gunung batu, maka memancarlah air.”

(Yesaya 48:21).

 

Menurut Anda apakah mujizat itu? Kalau ada seorang yang sakit dan dokter telah berkata bahwa penyakitnya tidak bisa disembuhkan lagi, dan ternyata tiba-tiba orang itu menerima kesembuhan, itulah mujizat. Atau kalau hutang Anda telah menumpuk dan tingginya melebihi gunung, dan tiba-tiba Anda terbebas dari hutang Anda, maka itulah mujizat. Mungkin inilah gambaran sederhana tentang arti mujizat, meskipun jabaran teologianya pastilah lebih panjang lagi.

 

Kalau Anda mencari mujizat, Anda harus datang kepada oknum yang tepat. Bisa jadi ada orang yang mencoba menawarkan mujizat, tetapi sebenarnya mujizat itu datang hanya dari Allah.

Dialah pembuat mujizat sejati. Kisah tentang Allah dan mujizat yang dilakukannya Anda bisa temukan di Alkitab dan cerita-cerita orang yang mengalaminya. Tetapi Anda juga harus mengalaminya. Anda hidup sebagai orang Kristen bukan sekedar hidup dalam teori, namun Anda harus mengalaminya.

Ketika bangsa Israel melewati daerah gurun yang tandus, mereka merasa putus asa dan mengalami kekecewaan.

Mereka mencari air. Adakah air di tengah padang gurun? Tetapi Allah lagi-lagi melakukan mujizat. Itulah yang dibutuhkan umat-Nya. Dan Allah selalu menjawab segala permohonan umat-Nya.

Apakah Anda saat ini membutuhkan mujizat? Jika ya, Anda harus datang kepada Allah. Bagi Dia, mujizat adalah perkara biasa. Dan Dia tidak pernah mempersulit Anda untuk mendapatkan mujizat. Yang dibutuhkan adalah percaya. Iman mampu meraih perkara-perkara yang ajaib. Hanya saja seringkali kita menjadi ragu-ragu dan tidak percaya dengan kemampuan Allah.

Padahal Allah sama sekali tidak pernah mempersulit seseorang untuk meraih mujizat. Yesus berkata, “Kalau sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja, kamu berkata kepada pohon ara ini : Terbantunlah engkau dan tertanamlah di dalam laut, dan ia akan taat kepadamu” (Lukas 17:6).

Hanya dibutuhkan iman sebiji sesawi untuk memindahkan pohon ara ke dalam laut. Itu artinya untuk mendapatkan mujizat yang dibutuhkan adalah iman sebesar biji sesawi tetapi biji ini hidup dan akan terus bertumbuh.

Renungan :

Kalau Anda percaya, Anda akan menyaksikan perkara-perkara yang ajaib dan Anda akan mengalaminya. Jadi belajarlah percaya dan bacalah kisah-kisah tentang Allah dan jadilah akrab dengan Dia supaya  supaya Anda yakin bahwa Allah sanggup memberikan mujizat.

Kasih karunia Allah mendatangkan mujizat bagi yang percaya. Selamat Hari Minggu, Selamat Beribadah dan Beraktivitas, Tuhan Yesus memberkati kita semua.  (MULTIMEDIA DEPARTMENT GRAHA BETHANY NGINDEN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here