Pasar Youtefa dan beberapa perumahan warga disekitar pasar tersebut ikut terendam banjir. (Foto Jack Okoka / Phantom Photogrhapy)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  –  Sejumlah kawasan di Kota Jayapura dan sekitarnya saat ini terkena banjir dan tanah longsor akibat hujan deras yang mengguyur sejak Jumat (22/2/2019) malam hingga Sabtu (23/2/2019) pagi subuh.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jayapura Bernard Lamia di Jayapura, Sabtu, mengatakan dari laporan yang diterima, banjir selain menggenangi kawasan yang memang langganan banjir seperti SMA Negeri 4 Entrop dan Organda juga terjadi di Perumnas 4 dan belakang Uncen.

Gambar mungkin berisi: langit, samudera, luar ruangan, air dan alam
Caption Foto : Suasana Dalam Pasar Youtefa Abepura (Foto Jack Okoka)
Gambar mungkin berisi: langit, pohon, luar ruangan dan alam
Caption Foto : Jalan Raya Entrop depan CV Tomas Tidak Dapat dilalui Kendaraan. ((Foto Jack Okoka)
Gambar mungkin berisi: langit, gunung, luar ruangan dan alam
Caption Foto : Lokasi Pasar Youtefa dan Perumahan Warga ikut tergenang air.  FotoJack Okoka )

Sebagaimana dikuti dari media LKBN ANTARA biro Papua, dijelaskkan bahwa Banjir yang terjadi di belakang Pasar Youtefa menyebabkan masyarakat saat ini menutup akses jalan yang melintasi jalan baru dari vihara ke Tanah Hitam,”Memang cukup banyak lokasi yang terkena banjir,” kata Lamia. Ia juga mengatakan,  bahwa tanah longsor juga terjadi di jalan menuju Nafri.

Dewi, warga kota setempat yang mendiami kawasan Kotaraja itu, mengatakan kali ini genangan air cukup tinggi, sedangkan di dalam rumah bisa sampai sekitar 15 centimeter.

Ibu lima anak itu, menyebut banjir diketahui sekitar pukul 04.30 WIT. Saat ini, dia sedang melakukan pembersihan rumah.  Ia mengharapkan,  hujan deras tidak turun lagi di Kota Jayapura supaya daerah setempat terbebas dari banjir.

Menyikapi masalah Banjir,  DPRD Kota Jayapura ikut bersama – sama Pemerintah Kota melakukan peninjauan langsung ke lapangan, karena masalah banjir bukan menjadi milik pemerintah saja, tetapi tugas bersama dari  Pemerintah Kota Jayapura,  Masyrakat Kota Jayapura,  Pemilik Perumahan, Pelaku usaha  dan DPRD Kota Jayapura, bahkan semua yang tinggal dekat bantaran kali.

Hal ini disampaikan  Ketua Fraksi Hanura DPRD Kota Jayapura, Otniel Deda, sekaligus dirinya menjelaskan, bahwa pihaknya telah melihat langsung beberapa titik lokasi banjir, yang terjadi pada Sabtu (23/2/2019) dini hari hingga siang hari masih rendam beberapa rumah warga.

 

Dijelaskan, dari beberapa lokasi banjir yang ditinjau langsung, diantaranya Pasar Yotefa Banjir, Depan Saga Abepura – Jembatan Kali Acay Banjir,  Jalan depan Rumah Murah – Kompleks UOGP Banjir di sertai lumpur,  Kompleks Kantor Otonom Provinsi Banjir,  Entrop Belakang POM Bensin Banjit di sertai lumpur,  Dok 7, Banjir dan Longsor.

“Termasuk beberapa perumahan warga diantaranya Kompleks PERUM. ORGANDA banjir di sertai lumpur, Jalan Abe Pante – Tanjakan Kampung Nafri Longsor di sertai Banjir lumpur dari gunung Nafri dan  Padang bulan waena Banjir di sertai lumpur serta Perumahan Cigombong Pemda II Kotaraja,” jekasnya.

ODE, panggilan akrabnya Otniel Deda ini mengakui, beberapa penyebab terjadinya banjir akibat jurah hujan yang tinggi, termasuk adanya penyumbatan aliran sungai ataupun selokan.

“Tentunya masalah penggundulan hutan dan sedikitnya daerah resapan air serta banyak pemukiman yang dibangun pada dataran sepanjang sungai, hingga permukaan tanah lebih rendah dibandingkan muka air laut,” katanya.

 

Dikatakan, bahwa hal – hal diatas hendaknya menjadi perhatian bersama, sehingga kita terhindari dari masalah banjir, bhakan penebangan pohon secara sembarangan dan drainase yang diubah tanpa mengindahkan Amdal.

“Perlunya sistem pemantau dan peringatan akan terjadi bencana perlu dibangun di daerah rawan banjir serta perizinan IBM tanpa melihat lokasi daerah penyerapan air, longsor, dekat sungai atau kali,” jelasnya.

 

Otniel Deda, yang juga Ketua Partai HANURA Kota Jayapura ini menyarankan, kepada warga masyarakat, agar bersama mengatasi banjir, dengan cara membuat Saluran Air yang Baik dan buanglah Sampah pada Tempatnya, termasuk rajin Membersihkan Saluran Air. (Eveerth Joumilena / lintaspapua.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here