SENTANI (LINTAS PAPUA)  –  Kepala Distrik Sentani, Budi Prodjonegoro Yokhu, S.STP., mengatakan pihaknya terus melakukan sosialisasi untuk penertiban badan jalan protokol Kota Sentani, sehingga pedagang atau masyarakat yang memakai badan jalan tersebut harus segera ditertibkan.

 

Dari pantuan dan informasi yang diterima, sosialisasi terlah berjalan sejak Oktober 2018, sehingga hal ini berlangsung hingga ketiga kalinya Kadistrik Sentani, Budi Yokhu bersama stafnya  mendatangi para pedagang yang terlihat menggunakan badan jalan tersebut.

Kadistrik Budi Yokhu melakukan sosialisasi melalui badan jalan yang berada di dekat kantor distrik hingga sepanjang jalan tersebut, yang mana terlihat di mata jalan sosial hingga beberapa ruang jalan menuju lampu merah Kota Sentani.

Selain memberitahukan masyarakat, juga membagikan selebaran berupa imbauan yang telah menjadi keputusan Pemerintah Kabupaten Jayapura, agar para pedagang ditertibkan di badan jalan protokol.

 

“Telah kesekian kalinya kita terus memberitahukan dan sosialisasi, bahkan kini ketiga kalinya,  sehingga 1 Maret 2019 nantinya masyarakat juga harus mendukung, karena penertiban ini dalam menata Kota Sentani sebagai ikon Kota yang akan melaksanakan PON XX 2020 dan tentunya mendukung program GO ADIPURA 2019 yang telah dicanangkan Pemerintah Kabupaten Jayapura,”

 

Disampaikan, bahwa langkah dari Pemerintah sejak Oktober 2018, sehinggga pihaknya  turun kembali untuk mengecek dan  ternyata para pelaku usaha sudah mengetahui dan mendukung.

“Dan sekalian pada malam hari kita turun dan menata jualan – jualan agar rapi dan tertib,” lanjutnya.

Dikatakan, bahwa untuk penertiban telah ditempuh langkah – langkah persuasif dan masyarakat bisa menjaga kota yang nyaman , aman dan tertub,

“Kami imbau kepada  pelaku usaha , sebab kami datangi secara baik dan kami harap segera berkemas untuk tidak berjualan di panjang jalan protokol,” pesannya.

Ketika adanya tanggapan yang menolak, Budi Yoku menjawab , sudah sesuai prosedur adminitrasi, sebab jika ada yang tolak dari legislative, maka kita kembali kepada kewenangan masing – masiing.

 

“Kita seudah sesuai prosedur administrasi dan diluar ranah kami yang sifatnya politik adalah bukan kewenangan kami, sebab kami mematuhi aturan yang ada, meskipun ada pressure dan tekanan dari mana pun  , kami tetap melakukan penertiban tanggal 1 Maret 2019,” ungkap pria asal Sentani, yang pernah menjadi Kepala Distrik 14 tahun di wilayah Lembah Grime Nawa ini.

Ketika ditanyakan adanya bangunan liar, Budi Yokhu menjawab, untuk fokus saat ini adalah penertiban PKL, sehingga hal – hal yang demikian akan dilihat kemudian.

Kadistrik Budi Yokhu berharap, masyarakat dapat memathui apa yang telah disampaikan dan diterima dengan baik, karena pemerintah berkeinginan untuk menata Kota Sentani lebih baik lagi, terutama segera membereskan segala hal yang berada di badan jalan protokol.

 

“Kami berterimakasih jika ada yang mendengar pesan kami dengan baik, sebab apa yang dilakukan adalah kewenangan dan sudah menjadi keputusan Pemerintah Kabupaten Jayapura dalam rangka mendukung PON XX 2020 dan mendukung Kota Jayapura GO ADIPURA 2019,” tandasnya mengaakhiri wawancara. (Eveerth Joumilena / lintaspapua.com )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here