Renungan Jumat Ceria : AMAN SEJUK DI PADANG GURUN

0
1096

Bahan Bacan Yesaya 43 : 8 – 28 dan  Markus 9 : 23

“Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru, yang sekarang sudah tumbuh, belumkah kamu mengetahuinya? Ya, Aku hendak membuat jalan di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara. Binatang hutan akan memuliakan Aku, serigala dan burung unta, sebab Aku telah membuat air memancar di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara, untuk memberi minum umat pilihan-Ku; umat yang telah Kubentuk bagi-Ku akan memberitakan kemasyhuran-Ku.”
(Yesaya 43:19-21).

Kalau kita tahu bahwa Dia adalah Allah yang sanggup mengubah padang gurun menjadi taman yang sejuk, maka kita tidak akan perlu lagi meragukan kehebatan-Nya untuk mengubah hidup kita.

Tuhan sanggup membuka jalan bagi kita. Kalau kita merasa bahwa semua jalan hidup kita buntu dan seperti berada di padang gurun gersang dan tandus, maka pastilah ada suatu masa dimana Allah akan membuka suatu jalan bagi kita.

Itu bukanlah hal yang mustahil. Mengapa banyak orang yang mengolok-olok kita bahwa jalan itu tidak pernah ada dan kita mempercayainya? Siapakah yang patut kita percayai: teman ataukah Allah Israel ?

Kita membutuhkan pemulihan, bukan? Itu akan diawali dari rasa kehausan kita akan Allah. Sebab orang yang merindukan Tuhan akan selalu dipuaskan. Jangan menggunakan rumus yang biasa dipakai oleh orang dunia.

Jangan mengagung-agungkan matematika dunia. Menurut matematika: 5 tambah 2 pastilah 7 hasilnya. Tetapi Tuhan Yesus menggunakan matematika surgawi di mana 5 roti ditambah 2 ikan hasilnya sekitar sepuluh ribu orang dikenyangkan. Jadi kalau Allah menjanjikan suatu jalan di tengah padang gurun buat Anda, maka peganglah apa yang dikatakan-Nya itu.

Kita tidak berbicara tentang sebuah teori, tetapi praktek yang dapat dikerjakan bagi setiap orang percaya. Kita terperangah mendengar kesaksian orang-orang yang telah menikmati “jalan tol” tengah gurun pasir. Sekarang giliran kita yang harus menikmati “jalan tol” itu. Allah sanggup melakukannya bagi kita.

Tetapi setelah itu ada yang harus kita kerjakan. Baca ayat berikutnya: “umat yang telah Kubentuk bagi-Ku akan memberi kemasyhuran-Ku” (ayat 21). Setiap pekerjaan Allah yang terjadi dalam hidup kita, maka harus kita ceritakan kepada segala makhluk supaya tahu bahwa Dia adalah Allah yang mengerjakan perkara yang besar.

Renungan :

Allah telah menyiapkan jalan di tengah padang gurun buat kita. Mungkin kita bertanya, “Kapan?” Nantikanlah dan perhatikanlah pekerjaan Allah dalam hidup kita. Segera itu akan 
akan dinyatakan. Amin.   Tuhan pencipta taman sejuk di tengah padang gurun. (MULTIMEDIA DEPARTMENT GRAHA BETHANY NGINDEN )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here