Deputi V Kantor Staf Presiden Republik Indonesia memprakasai Seminar Nasional untuk mereviuw pembangunan Infrastruktur selama Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) selama 4 tahun di Provinsi Papua. Tampak saat foto bersama usai kegiatan. ( Foto Humas Polda Papua)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  –  Deputi V Kantor Staf Presiden Republik Indonesia memprakasai Seminar Nasional untuk mereview pembangunan Infrastruktur selama Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) selama 4 tahun di Provinsi Papua.

Rektor Universitas Cenderawasih (Uncen) Dr. Ir. Apolo Safanpo, ST.MT.,mengatakan Seminar Nasional yang diprakarsai oleh Deputi 5 kantor Staf Presiden Republik Indonesia ini dimaksudkan guna mereview pembangunan pada empat sektor yang sudah dilakukan pemerintahan Jokowi selama 4 tahun.

“Empat sektor ini apa saja yang telah dilakukan kemudian yang telah dilakukan ini dipresentasikan oleh para Pemateri yang hadir mengikuti Seminar Nasional,”kata Apolo saat diwawancarai awak media usai kegiatan Seminar di Gedung Rektorat Uncen, Selasa (12/02/2019).

Ditambahkan juga pihaknya coba mengidentifikasi hal-hal apa yang masih perlu dilakukan oleh Pemerintah dalam upaya meningkatkan pelayanan kepada masyarkat.

“Jadi ini merupakan forum untuk kita menimbah masukan dari steak holder untuk direkomendasikan pada Pemerintah Pusat mengenai apa saja yang dilakukan, pola penanganan yang tepat untuk pembangunan Papua kedepan,”ujarnya.

Senada dengan itu Deputi V Kantor Staf Presiden Republik Indonesia, Jaleswari Pramodhawardani, mengatakan Seminar Nasional yang mengusung thema Pembangunan Infrastruktur Energi dan Pangan serta lingkugan hidup di Papua dan Papua Barat ini dilakukan semacam evaluasi tentang bagaiman 4 setengah tahun yang telah dilakukan oleh Presiden Jokowi.

“Saya rasa dari diskusi tadi ada masukan-masukan yang konstruktif untuk kami di Pemerintah Pusat untuk melakukan perbaikan yang diperlukan,” kata Jaleswari.

Menurutnya pembangunan infrastruktur yang diinginkan Presiden bukan sekedar pembagunan fisik atau pembangunan ekinomi saja tetapi sebetulnya merupakan pembangunan peradaban, pembangunan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia dan Papua adalah salah satu bagiannya.

“Sehingga ketika kalangan akademisi, praktisi dari pemerintah dan dari kalangan birokrasi memberikan masukan saya rasa ini sebagai mozaik saling melengkapi,”jelasnya.

Dikatakan Uncen karena diharapkan sebagai institusi pendidikan dikawasan timur Indonesia Uncen penting untuk diperkuat dalam malakukan kajian strategis dan bagaimana dampak dari pembagunan 4 setengah tahun ini.

Ditambahkan pembangunan infrastruktur bukan saja pembangunan jalan saja tetapi juga pembagunan infrastruktur pendidikan, kesehatan dan sosial.

“Saya rasa infrastruktur bukan hanya fisik saja namun ada infrastruktur sosial yang berkaitan dengan sumber daya Manusia,”ujarnya.

Sementara itu Kapolda Papua, Irjen Pol Martuamin Sormin, mengharapkan sebagaimana sesuai thema dalam kegiatan ini bahwa pembangunan diwilayah Papua kirannya mendapat dukungan dari pihak akademisi

“Jadi akademisi dapat mendukung serta memberikan terobosan terobosan untuk pembangunan infratruktur disini (Papua),”ujarnya.

Harapnya, kedepan pemerintah dapat bekerja untuk terbangunnya infrastruktur atau terbangunnya jalan yang menembus ketertinggalan di wilayah pegunungan tengah.  (Ardiles  lintaspapua.com )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here