JAYAPURA (LINTAS PAPUA) –  Akibat cura hujan yang terus mengguyur beberapa hari ini, tanpa terasa kondisi air danau meluap naik dengan sendirinya, Masyarakat yang berdomisili di Danau Sentani merasa terganggu dengan luapan air yang kian bertambah naik.

Tokoh Pemuda Kampung Dondai,  Aser Ujabi mengatakan, bahwa masyarakat di Kampung Dondai Distrik Waibu  terganggu dengan luapan air yang tiba-tiba menenggelamkan para-para rumah dan jembatan-jembatan.

 

Tokoh Pemuda Kampung Dondai, Aser Ujabi, dirinya ikut prihatain dan berharap luapan air danau bisa kembali surut. (Foto Pribadi)

“Bahkan hampir kurang lebih 10 centi meter  air akan merendam rumah warga di kampung serta sarana usaha-usaha keramba masyarakat ikut terendam,” ujar Aser Ujabi, kepada media Kampung Dondai, Senin (11/2/2019), sebagaimana dikutip dari  http://donday.kampungjayapurakab.id

Selanjutnya, dikatakan, bahwa suasana pagi ini kondisi air danau hanya tinggal sedikit lagi menenggelamkan rumah-rumah warga, yang dikhawatirkan, jika  siang ini ada angin lalu danau bergelombang sedikit.

 

“Maka dipastikan  dinding rumah masyarakat akan hanyut, apalagi banyak masyarakat yang masih menggunakan dinding gaba,” tuturnya.

Caption Foto : Suasana Hujan yang terus Mengguyur terus menerus, berdampak pada Rumah Masyarakat Di Tepian Danau Sentani Hampir Tenggelam. Tampk situasi Senin Pagi, 11 Februari 2019 di Kampung Dondai. (Foto Facebook Aser Ujabi)

Sementara itu, Kepala Kampung Dondai, Yosis Daimoe,  saat dikonfirmasi langsung memberikan imbauan kepada masyarakat untuk tetap waspada dengan keadaan yang ada.

“Kondisi air naik di Danau Sentani bukan hal yang baru, kami sudah terbiasa dengan kondisi ini setiap ada musim hujan, kami tetap mengharapkan kepada masyarakat untuk tetap berjaga -jaga, mengemasih barang-barang dalam rumah dengan baik untuk menjaga luapan air danau naik,” tandasnya. (DoYau / lintaspapua.com )