SENTANI (LINTAS PAPUA) – Untuk memberikan perhatian penuh terhadap masalah HIV/AIDS di daerah-daerah yang ada di Provinsi Papua, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Papua merekrut 500 relawan. Perekrutan ratusan relawan ini untuk ditempatkan di 29 kabupaten/kota di wilayah tersebut.

Ketua KPA Provinsi Papua,  Yan Matuan, Jumat (1/2/2019) kemarin siang mengatakan, perekrutan relawan ini  akan dibagi ke dalam lima wilayah adat.

 

“Perekrutan relawan ini akan dibagi ke lima wilayah adat. Kita akan bagi ke lima wilayah adat,” kata Yan Matuan,  kepada wartawan saat ditemui di Hotel Enang, Hawaii, Kota Sentani, Kabupaten Jayapura, Jumat (1/2/2019) siang.

Lima wilayah adat itu meliputi pertama Saireri terdiri dari Serui, Biak, Waropen, Numfor dan Yapen. Kedua Mamta terdiri Kabupaten Jayapura, Kota Jayapura, Sarmi, Keerom dan Mamberamo Raya.

Kemudian yang ketiga adalah Meepago terdiri dari Nabire, Paniai, Dogiyai dan Deiyai. Keempat Laapago terdiri Wamena, Yahukimo, Nduga, Tolikara, Lanny Jaya dan Yalimo. Sedangkan kelima Animha terdiri Merauke, Asmat, Mappi dan Boven Digoel.

Kata Yan Matuan, perekrutan 500 relawan dari setiap daerah ini akan disaring berdasarkan kemampuan anggaran yang ada dan juga melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah setempat.

 

“Relawan yang direkrut ini akan kita saring lagi berdasarkan kemampuan anggaran dengan melakukan koordinasi dengan Pemda setempat,” katanya.

Menurut Yan Matuan, dari lima wilayah adat tersebut, pihaknya akan mulai masuk ke tiap-tiap kabupaten untuk mendirikan kantor Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) serta membentuk para pengurus KPAD.

“Nah dari lima wilayah adat ini, kita akan mulai masuk dengan per kabupaten. Jadi, masing-masing kabupaten harus ada kantor Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) beserta semua pengurusnya,” paparnya.

 

 

“Jika di daerah-daerah itu anggarannya mencukupi, maka kami di KPA Papua akan kembali merekrut lagi para relawan dengan anggaran yang tersedia,” bebernya.

 

 

Ketika ditanya terkait relawan di KPA Provinsi Papua, kata Yan Matuan, pihaknya juga akan kembali merekrut tenaga relawan sesuai dengan kapasitas dan profesional. Baik teknis mapun non teknis dalam hal ini dokter dan juga tenaga perawat, yang mempunyai perhatian penuh kepada masalah HIV-AIDS.

 

 

“Jadi, untuk masuk ke dalam tim medis KPA Papua itu harus dilakukan, karena dari tahapan tugas pokok pertama KPA itu terdapat empat divisi. Yakni, divisi promosi, divisi pencegahan, divisi penindakan dan juga divisi rehabilitasi,” kata Yan Matuan diakhir wawancaranya. (Irfan / Koran Harian Pagi Papua)