JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Nilai Tukar Petani (NTP) periode Januari 2019 di Provinsi Papua mengalami penurunan 1,58 persen dengan indeks NTP sebesar 90,37 persen. Sementara kenaikan terjadi karena perubahan indeks harga diterima petani, lebih besar dari indeks harga dibayar petani.

Dalam rilis bulanan BPS Papua, Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Papua, Bambang Wahyu Ponco Aji menyebutkan, NTP Papua pada Januari 2019 menurut sub sektor yaitu, NTP sub sektor tanaman pangan 81,73. Ini mengalami penurunan sebesar 2,68 persen dibandingkan Desember 2018 lalu.

NTP Subsektor Holtikultura 84,54, turun sebesar 2,52 persen.  NTP Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat 102,12.  Turun sebesar 0,64 persen dibandingkan bulan sebelumnya.  NTP Subsektor Peternakan 102,49. Turun sebsar 0,15 persen.  NTP Perikanan 99,73.

“Ini tidak mengalami perubahan yang berarti dibanding  tahun sebelumnya,” sebut Bambang.

Lanjut diuraikan,  Pada Januari 2019 tercatat Papua mengalami inflasi pedesaan 0,71 persen.

Berdasarkan kelompok pengeluarannya perubahan terjadi karena Bahan makanan naik 1,16 persen, makanan jadi, minuman rokok dan tembakau naik 0,12 persen, perumahan turun 0,11 persen, sandang turun 0,14 persen, kesehatan turun 0,34 persen, pendidikan rekereasi dan olahraga naik 0,12 persen dan transportasi dan kominikasi naik 0,04 persen.

“Secara nasional inflasi pedesaan tertinggi di Kalimantan selatan yaitu sebesar 1,25 persen. Sedangkan deflasi terbesar terjadi di Gorontalo yaitu turun sebesar 0,61 persen,” urainya.

Sementara untuk Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) di Papuapada Januari 2019 tercatat turun sebesar 1,24 persen. Menurut subsektornya: NTUP tanaman pangan turun 2,34 persen, NTUP Hortikulturan turun 2,04 persen, NTUP.

Tanaman perkebunan rakyat turun 0,29 persen, sedangkan NTUP peternakan naik 0,07 persen begitupun NTUP perikanan naik 0,27 persen.  (Berti Pahabol / lintaspapua.com)