<
Lintaspapua.com

Capai Rp. 76 Miliar, Bupati Mathius Awoitauw Serahkan Pagu Indikatif ADD dan ADK 2019

LINTAS PAPUA - Jumat, 1 Februari 2019 - 19:30 WITA
Capai Rp. 76 Miliar, Bupati Mathius Awoitauw Serahkan Pagu Indikatif ADD dan ADK 2019
Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, S.E., M.Si, ketika menyerahkan secara simbolis pagu indikatif ADD dan ADK kepada sejumlah perwakilan kepala kampung, di Aula Lantai II Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura, Kamis (31/1/2019) siang lalu. (Irfan / HPP)  ()
Penulis
|
Editor

SENTANI (LINTAS PAPUA)  –  Alokasi Dana Kampung (ADK) tahun 2019 meningkat sebesar Rp 3 miliaar dari tahun 2018. Hal ini dilaporkan Kepala DPMPK Kabupaten Jayapura Elisa Yarusabra saat Bupati Jayapura Mathius Awoitauw, SE, M.Si., menyerahkan pagu indikatif Alokasi Dana Desa (ADD) dan Alokasi Dana Kampung (ADK) tahun 2019 di Aula Lantai II Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura, Kamis (31/1/2019) siang lalu.

Kepala DPMPK Kabupaten Jayapura,  Elisa Yarusabra,  kepada wartawan usai penyerahan pagu indikatif ADD dan ADK menyampaikan, kegiatan penyerahan anggaran ADD dan ADK tahun 2019 ini dihadiri seluruh kepala kampung dari 19 distrik se-Kabupaten Jayapura.

“Maksud dan tujuan kegiatan hari ini (Kamis, 31/1 lalu) yaitu, menyampaikan pagu indikatif dana kampung di Kabupaten Jayapura tahun 2019 sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan (Permenkeu) nomor 193 tahun 2018, tentang pengelolaan Dana Desa berikut pagu indikatif alokasi Dana Kampung tahun 2019 berdasarkan Perda Kabupaten Jayapura,” jelasnya.

Lanjut Elisa Yarusabra menyebutkan, pada tahun 2019 Alokasi Dana Kampung (ADK) tahun 2019 mengalami peningkatan sebesar Rp 3 miliar mengingat pada tahun 2018 sebesar Rp 73 miliar dan tahun 2019 ini menjadi Rp 76 miliar.

“ADK kita tahun ini berbeda dengan tahun 2018 lalu, kalau tahun 2018 itu kita punya ADK berkisar Rp. 73 miliar. Nah, untuk tahun ini kita ada kenaikan kurang lebih sekitar Rp 3 miliar,” sebutnya.

“Jadi jumlah ADK kita totalnya Rp 76 miliar, sehingga ada kenaikan sekitar Rp 3 miliar seiring dengan bertambahnya Dana Alokasi Umum (DAU) kita di tahun ini. Nah, dari 10 persen itu maka kita mendapat ADK kita tahun ini menjadi Rp 76 miliar,” tambah pria yang pernah menjabat sebagai Sekretaris DPMPK Kabupaten Jayapura tersebut.

Selain itu, Elisa menyampaikan, untuk peruntukan pembagiannya akan dibagi dalam dua tahap. Tahap pertama dan tahap kedua masing-masing 50 persen.

“Tahap pertama yang 50 persen itu sudah harus disalurkan per bulan Maret, sedangkan untuk tahap kedua juga 50 persen itu sudah harus disalurkan per bulan Juli 2019,” imbuhnya.

Dalam penambahan ini, kata Elisa, pihaknya juga mengalokasikan untuk pembiayaan-pembiayaan yang sedikit berbeda di tahun 2019 ini terkait dengan afirmasi daerah serta penilaian kinerja masing-masing kampung.

“Sehingga kelihatan di APBK, bahwa penambahan itu kita lebih fokus untuk kampung-kampung yang berprestasi dan unggul yang kita berikan kinerja dan penghargaan. Sedangkan afirmasinya mengenai kampung adat yang berjumlah 13 kampung berubah status, masing-masing kita tambahkan Rp 100 juta dan untuk kampung-kampung adat persiapan itu kita juga beri penambahan. Jadi, pembiayaan di tahun ini ada tambahan untuk afirmasi dan kinerja,” tukasnya.

Sementara itu, Bupati Jayapura Mathius Awoitauw, SE, M.Si., kepada wartawan usai menyerahkan pagu indikatif ADD dan ADK mengatakan, “Kemungkinan besar aka nada perubahan-perubahan untuk pengelolaan keuangan. Jadi sesuai dengan kebijakan-kebijakan daerah, apalagi kebijakan daerah inikan turun kepada kepentingan rakyat,” ujar Bupati Mathius.

“Oleh karena itu, kebijakan ini harus dilaksanakan juga di kampung-kampung. Maka itu, kampung harus merespon dalam bentuk anggaran. Misalnya kita bicara mengenai sumberdaya manusia (SDM) di usia dini seperti 1.000 hari pertama kehidupan, PAUD, Posyandu dan bagaimana gizi anak ini tetap bagus. Supaya dia bisa sekolah serta pembentukan karakter di tingkat dasar ini harus dilakukan kerjasama,” kata Bupati Mathius.

Sehingga ditambahkan Mathius, alokasi dana juga harus jelas, untuk upaya-upaya itu dilakukan melalui dana kampung. “Kalau kampung merencanakan berapa sih dialokasikan untuk upaya itu. Karena Jayapura kita telah dorong menjadi Jayapura Layak Anak atau Ramah Anak dimulai dari kampung,” sambungnya.

“Saya percayakan kepada saudara-saudara kepala kampung untuk mengelola keuangan daerah agar tidak menjadi masalah di kemudian hari, dan teruslah belajar dan mengikuti pelaksanaan undang-undang terutama pengelolaan keuangan daerah. Saya berharap Dana Desa ini tidak untuk main-main,” tutupnya. (Irfan / Koran Harian Pagi Papua)

Tinggalkan Komentar

Close Ads X
123