SENTANI (LINTAS PAPUA) – Puluhan guru honor di beberapa wilayah distrik di Kabupaten Jayapura, mendatangi Kantor Dinas Pendidikan yang berada di Kompleks Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura.

Tujuannya, untuk mengadu terkait rasa ketidakadilan dan juga ingin menyampaikan rasa kekecewaan dalam perekrutan guru kontrak yang ada diadakan oleh Dinas Pendidikan (Disdik) setempat.

Salah seorang guru yang sudah mengabdi selama 15 tahun di SD YPK Amay, Enggelina Kromsian mengungkapkan, meskipun usianya bersama rekan-rekannya telah lewat sesuai dengan ketentuan, namum keinginan untuk tetap mengajar masih ada. Karena telah cukup lama menjadi guru dan masih ingin mengabdi sebagai guru di daerah ini.

“Pengalaman kami memang udah belasan tahun dan bedasarkan SK dari Kepala Sekolah sudah kami masukkan. Maka itu, kami berharap bisa diterima dan diangkat untuk menjadi guru kontrak yang ada. Tetapi, kenyataannya malah kami tidak diterima,” imbuhnya kepada wartawan di Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura, Senin (21/1/2019) siang.

Mewakili seluruh rekan-rekan seprofesinya itu, dirinya berharap agar ada kebijakan dari Bupati Jayapura, untuk bisa mengangkat mereka atau tenaga-tenaga guru honor yang telah mengabdi selama puluhan bahkan belasan tahun di pinggiran dan daerah terpencil dapat diangkat menjadi guru kontrak.

“Kami minta dan tolong kami yang telah mengabdi lama ini, semoga bapa Bupati bisa lihat kami. Karena kami mau diangkat sebagai guru kontrak, kalau di kasih kesempatan untuk ikut tes kami mau ikut tes,” pintanya.

Puluhan tenaga guru honor yang mendatangi Kantor Bupati Jayapura ini kebanyakan yang telah mengabdi hingga puluhan tahun itu yang tidak lolos dalam tes verifikasi karena usia mereka yang telah lewat dari syarat dan batas ketentuan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura, Alpius Toam, S.T, M.MT, yang dikonfirmasi secara terpisah menjelaskan, di tahun 2019 ini Kabupaten Jayapura telah menerima 100 tenaga guru kontrak. Dengan demikian, akan bertambah menjadi 425 guru kontrak.

Penambahan guru kontrak itu sesuai dengan visi dari Bupati Jayapura di periode kedua ini. Yang mana,  lebih kepada meningkatkan kualitas manusia.

“Jadi perekrutan tenaga kontrak guru ini untuk meningkatkan derajat pendidikan, itu yang saya garis bawahi. Bagaimana meningkatkan derajat pendidikan, yaitu dengan seorang guru yang profesional dan bagaimana seluruh sekolah yang ada di Kabupaten Jayapura ini fokus ke SD jumlahnya sebanyak 135 dan SMP sekitar 47. Inilah yang menjadi fokus kami di tahun ini,” jelasnya.

Dirinya juga menerangkan, bahwa Dinas Pendidikan telah melakukan analisis tentang kebutuhan tenaga guru di Kabupaten Jayapura, baik itu Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertaman (SMP) itu telah dihitung.

Untuk SD, kebutuhannya sebanyak 383 guru, sedangkan untuk SMP berjumlah 301 dari 13 mata pelajaran, dan bagaimana untuk Dinas Pendidikan bisa fokus pada memperbaiki kualitas pendidikan di SD maka dari 100 guru kontrak yang akan diterima di tahun 2019 ini 70 diantaranya untuk guru kelas yang mempunyai pendidikan sarjana Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD)  sedangkan untuk 30 yaitu dari Guru Mata Pelajaran.

“Yang kami fokus itu adalah untuk Matematika itu kurang 30 guru untuk semu tingkat sekolah, untuk Bahasa Indonesia 29 dan ada juga beberapa mata pelajaran yang lain, tetapi karena jumlahnya terbatas maka kita fokus untuk dua mata pelajaran yang di uji nasionalkan, itu strategi yang kita bangun untuk penerimaan guru saat ini,” urainya.

Mengenai batas usia yang digunakan dalam persayaratan tes, Alpius Toam menuturkan, hal itu dilakukan agar dapat memilah guru yang masih berusia produktif dan mampu memberikan pelayanan yang maxsimal.

 

Mengapa usia itu ditentukan kata Alpius, karena karena lokasi penempatan guru tersebut akan di fokuskan di pinggiran dan daerah terpencil. “Jadi kami tidak asal menerima tenaga guru. Karena kami sudah petakan kebutuan dari setiap sekolah,” papar Alpius Toam saat ditemui di Gedung BPK Provinsi Papua, Jalan Balaikota, Entrop, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura usai penyerahan LHP Kinerja dan Pemeriksaan Dengan Tujuan Tertentu (PDTT), Senin (21/1/2019) sore.

Selain itu, Alpius Toam juga menambahkan jika penerimaan guru kontrak tersebut maksimal mempunyai jenjang pendidikan sarjana dan sarjana mata pelajaran yang spesifik sesuai dengan kebutuhan.

“Guru agama banyak sekali yang mendaftar dan memang kami tidak bisa terima karena kami sudah kelebihan guru agama karena itu kami tidak asal terima tetapi sesuaikan dengan kebutuhan dan anggaran,” kata Alpius Toam.

“Dari formasi yang kami buka, yang mendaftar hampir 500 tentu semua ini tidak bisa kami akomodir, untuk itu ada seleksi yang kami lakukan, dan seleksi ini ketat, dari administrasi, tes tertulis, wawancara dimana akan kami libatkan seorang psikolog untuk mengetahui apakah guru tersebut benar-benar serius dan mempunyai kesungguhan hati untuk mengajar,” tutupnya. (Irfan / Koran Harian Pagi Papua)