Jokowi dan Kisah Para Tukang Cukur

0
752

TUKANG CUKUR JAN ETHES.
Saat libur akhir pekan, Presiden Jokowi pernah menemani cucunya, Jan Ethes Srinarendra, potong rambut. Jokowi lalu mengunggah foto bersama anak Gibran Rakabuming itu ke media sosial.

“Saya mengantar cucu untuk memotong rambut. Coba perhatikan: potongan rambutnya tidak kalah dengan ayahnya,” tulis Jokowi dalam akun Facebook resmi miliknya, Senin (24/4/2017).

Jan Ethes cukur di Kiddy Cuts, barbershop khusus anak di Mal Grand Indonesia, Jakarta. Salah satu yang pernah memotong rambut Jan Ethes adalah Yulia Alvatia, pekerja di barbershop itu.

TUKANG CUKUR ASGAR.
Saat kunjungan ke Jawa Barat, Sabtu (19/1/2019), Jokowi ikut potong rambut massal yang digelar di lokasi wisata Situ Bagendit, Kabupaten Garut.

Rambut Jokowi dipangkas oleh Herman, tukang cukur “Asgar” (asli Garut) langganan Jokowi yang berasal dari Kampung Bantarjati, Banyuresmi, Garut.

Jokowi berkisah, Herman adalah tukang cukur langganannya di Jakarta. Sudah sekitar enam tahun Herman rutin memotong rambutnya Jokowi.”Sejak masih Gubernur di Jakarta. Mas Herman ini kebetulan memang dari Garut. Kalau di Bogor saya ada juga satu, mas Jumadi, itu dari Indramayu,” kata Jokowi.

Herman menjadi tukang cukur Jokowi awalnya karena ditunjuk pemilik barbershop tempatnya bekerja. Saat itu ia bekerja di Shortcut Barberia, Mal Grand Indonesia. Kaesang Pangarep, anak bungsu Jokowi, kebetulan juga sering memangkas rambutnya di situ.

CUKUR DI BARBERSHOP. Jokowi saat pertama kali potong rambut di Hunky Dory Barbershop di Bogor. Ia ditemani Kaesang Pangarep pergi ke barbershop di Jalan Salak nomor 6, Kota Bogor, Sabtu (14/1/2017).

Bagas Gumilang, pemilik barbershop, langsung menunjuk salah satu tukang cukur terbaiknya, Jumadi, untuk memotong rambut Presiden.

Jumadi (foto paling kiri) asal Indramayu inilah yang lalu rutin memotong rambut Jokowi saat berada di Bogor.

JOKOWI JADI PELANGGAN. Setelah kunjungan pertamanya pada Sabtu (14/1/2017), Jokowi kembali mendatangi Hunky Dory Barbershop milik Bagas Gumilang pada Jumat (17/3/2017).

Pada kedatangan kedua, tak hanya Jokowi yang potong rambut, melainkan juga Kaesang Pangarep. Mereka datang ke Hunky Dory Barbershop yang berlokasi di The Colonial Building, Bogor.

Bagas adalah mahasiswa ESQ Business School yang memulai bisnisnya sejak tahun ke-2 kuliah. ESQ Business School mendorong mahasiswanya menjadi pebisnis, dimulai dengan mata kuliah Business Creation di tahun ke-2 kuliah.

TUKANG CUKUR JK. Pagi sekitar pukul 07.00 WIB, Sabtu (18/10/2014), Abdul Latief (58) berangkat menuju sebuah rumah di Jalan Brawijaya 6, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Di rumah itu, telah menunggu Wakil Presiden terpilih Jusuf Kalla (JK).

Latief dipanggil ke rumah itu untuk mencukur rambut JK, sebagai persiapan pelantikan presiden dan wakil presiden.

“Saya sangat senang bisa mencukur Pak JK sebelum pelantikan,” ujar Latief kepada Detikcom di Royal Barbershop, tempatnya bekerja, di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Latief mengaku rutin mencukur rambut JK sejak setahun sebelum JK terpilih menjadi wakil presiden Jokowi. Ia ditunjuk melalui salah satu keluarga JK yang menjadi pelanggan di tempat kerjanya.

“Sejak hari itu saya dipanggil minimal dua kali seminggu untuk mencukur rambut Pak JK,” kata warga Bojonggede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat ini.

TUKANG CUKUR SBY. Suatu ketika Ani Yudhoyono mengunggah foto suaminya, Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono, yang tengah bercukur di akun Instagramnya. Di situ Ani menulis, “Bapak dari Garut inilah yang paling berani pegang kepala SBY”, “This is the man from Garut who’s so brave to touch SBY’s head.”

Lelaki “pemberani” itu adalah Agus Wahidin, pria 50-an tahun yang juga seorang “asgar” alias asli Garut. Agus berasal dari Kampung Parung, Desa Bagendit, Kecamatan Banyuresmi, Garut, bersebelahan dengan kampung asal Herman, tukang cukur Jokowi.

Sudah 12 tahun lebih SBY memakai jasa Agus. Ia mulai ditunjuk sebagai tukang cukur Presiden SBY melalui Suripto, pegawai di kantor Sekretariat Negara, yang jadi pelanggan setianya.

TUKANG CUKUR ERA KOLONIAL. Sebuah foto hitam putih dari dekade 1910-an. Seorang lelaki tua berdiri di bawah pohon rindang di tepi jalan. Peci di kepala, gunting di tangan kanan. Perkakas cukur tampak di meja dan tergantung di pohon.

Begitulah gambaran tukang cukur dan pelanggannya di Batavia dalam buku Greetings from Jakarta: Postcards of a Capital 1900-1950 karya Scott Merrilles, seperti dikutip laman Historia (4/5/2018).

Umar Kayam, budayawan dari UGM Yogyakarta, menyebut tukang cukur model itu sebagai tukang cukur pitingan atau barber rakyat.
“Tukang cukur dan yang dicukur sama-sama melaratnya, nyaris tidak bermodal apa-apa kecuali pisau dapur yang agak tajam dan gunting all purpose,” tulis Kayam dalam Salon/Coifeur/Tukang Cukur.  (https://jokowidodo.app/post/detail/jokowi-dan-kisah-para-tukang-cukur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here