<
Lintaspapua.com

Renungan Sabbath Akhir Pekan : GEMPA DAN KEDATANGAN TUHAN

LINTAS PAPUA - Sabtu, 19 Januari 2019 - 08:08 WITA
Renungan Sabbath Akhir Pekan : GEMPA DAN KEDATANGAN TUHAN
 ()
Penulis
|
Editor

Bacaan Yesaya 29:1-8; Matius 24:6-8

“engkau akan melihat kedatangan TUHAN semesta alam dalam guntur, gempa dan suara hebat dalam puting beliung dan badai dan dalam nyala api yang memakan habis”
(Yesaya 29:6).

 

Gempa Dan Kedatangan Tuhan

Siapa yang merindukan kedatangan Tuhan ? Hari itu bukan hari menyenangkan bagi mereka yang membenci Tuhan, tetapi bagi orang percaya, itulah hari yang paling menyenangkan, karena kita akan berdiam bersama Tuhan selamanya.

Ketika Yesus datang di Betlehem, tak ada penyambutan besar-besaran dari penduduk bumi. Hanya para gembala dan orang Majus yang tahu akan hal ini, di samping kedua orang tua-Nya tentunya.

Kita tidak akan bisa lagi melihat Yesus sebagai bayi, sebab Dia akan datang sebagai Raja di atas segala raja. Dia akan datang sebagai Hakim, tetapi Dia akan datang sebagai Mempelai Pria bagi gereja-Nya.

Apakah kita tinggal di dunia yang semakin mendekati kedatangan Tuhan? Meskipun tidak seorang pun yang tahu kedatangan Anak Manusia, tetapi kita tahu bahwa tanda-tanda zaman dapat dimengerti oleh orang bijak. Ini sama seperti orang Majus yang melihat tanda bintang di langit. Saya yakin bahwa Allah telah menaruh kebijakan sehingga mereka dapat memahami tanda-tanda zaman.

Anda akan melakukan perkara yang sia-sia kalau mencoba menghitung kapan kedatangan Tuhan. Tetapi Yesus mengharapkan kita bijak dengan mengetahui tanda-tanda zaman.

Apa tanda-tandanya? Alkitab berkata “Kamu akan mendengar deru perang atau kabar-kabar tentang perang. Namun berawas-awaslah jangan kamu gelisah, sebab semuanya itu harus terjadi, tetapi itu belum kesudahannya.

Sebab bangsa akan bangkit melawan bangsa, dan kerajaan melawan kerajaan. Akan ada kelaparan dan GEMPA BUMI di berbagai tempat. Akan tetapi semuanya itu barulah permulaan penderitaan menjelang zaman baru” (Matius 24:6-8).

Kalau kita melihat grafik gempa bumi yang terjadi di muka bumi ini, maka kita akan sadar bahwa terjadi peningkatan intensitas gempa di atas 6 skala Richter dalam kurun waktu beberapa puluh tahun ini. Dan tak ada satu pun kekuatan manusia yang dapat menghentikannya.

Semuanya harus digenapi sesuai dengan perkataan Tuhan. Jadi yang penting adalah kita harus berjaga-jaga. Setiap hari tidak ada waktu untuk mengendorkan semangat menjadi pelaku firman.

Renungan :

Kita hidup pada masa akhir zaman. Terserah kita percaya atau tidak. Kalau kita tidak berjaga-jaga, maka hari itu akan seperti pencundang. Jangan sampai ktia tidak siap, sebab Yesus datang pada saat yang tidak kita duga.   Gempa hanyalah “pemanasan” menjelang kedatangan Tuhan. (MULTIMEDIA DEPARTMENT GRAHA BETHANY NGINDEN)

Tinggalkan Komentar

Close Ads X
123