Perkuat Perekonomian Masyarakat, Bupati Elias Kambu Akan Bangun Pasar di Tiap Distrik

0
556
“Guna meningkatkan aktivitas perekonomian warganya, sebab pada tahun ini kita memprogramkan pembangunan pasar di setiap ibukota distrik,” ujar Bupati Asmat, Elias Kambu, kepada media di Jayapura, Jumat (18/1/2019). (Berti Pahabol / lintaspapua.com)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) –  Bupati Asmat, Elias Kambu  berharap, keberadaan Pasar Asmat diharapkan mampu mendorong warga asli setempat untuk menjual hasil buminya, sehingga memiliki pendapatan dan kesejahteraan kian meningkat.

 

“Guna meningkatkan aktivitas perekonomian warganya, sebab pada tahun ini  kita memprogramkan pembangunan pasar di setiap ibukota distrik,” ujar Bupati Asmat, Elias Kambu, kepada media di Jayapura, Jumat (18/1/2019).

 

 

“Memang kita ingin terus dorong warga asli supaya bisa menguasai ekonomi di Asmat. Sehingga kedepan kita memulai dari pinggir. Dimana keberadaan pasar di setiap ibukota distrik, merupakan hal yang penting untuk diwujudkan,” terang ia.

 

Diakuinya, hingga saat ini perekonomian di Asmat masih dikuasai masyarakat pendatang. Hal ini bisa dilihat dari banyaknya jumlah pedagang yang berjualan di pasar, hingga kios-kios yang dibangun di wilayah perkotaan Agats.

 

Dilain pihak, saat ini masyarakat Asmat baru sekitar 65 tahun bersentuhan dengan dunia luar.  Sehingga dari sisi teori peradaban, perkembangannya belum dapat mengikuti wilayah lainnya di Papua, seperti Kota Jayapura.

 

“Waktu saya masuk pada 2001 lalu di Kabupaten Asmat, perempuan asli setempat belum tahu jual sayur. Namun sekarang ini sudah banyak yang berdagang,” tuturnya.

 

“Jadi, kalau lihat perbandingan sekarang untuk kebutuhan bahan lokal, seperti sayur, ubi dan lainnya kebanyakan itu dari masyarakat asli Asmat. Sementara untuk kebutuhan lainnya memang masih dikuasai pendatang. Tapi pelan tapi pasti kita mau rubah ini,” ucap dia.

 

Kedepan, tambah Bupati Elisa, pemerintah setempat akan berupaya menampung seluruh hasil bumi pertanian warga setempat. Sebab sebagian besar hasil bumi yang ada itu, mesti dikonsumsi karena tak bisa dijual seluruhnya.

 

Dilain pihak, kedepan pihaknya berjanji akan meningkatkan program kebijakan peningkatan kapasitas warga asli setempat. Namun ia meminta dukungan penuh masyarakat maupun stake holder terkait, termasuk media dalam memberi edukasi, agar upaya tersebut bisa berjalan sesuai harapan. (Berti Pahabol / lintaspapua.com )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here