GARUT (LINTAS PAPUA) – Dalam rangkaian kunjungan kerjanya di Garut, Jokowi menyempatkan diri menghadiri acara cukur massal di kawasan Area Wisata Situ Bagendit, Kabupaten Garut, Sabtu, 15 Januari 2019.

Tak hanya menyaksikan cukur massal, Jokowi pun turut serta dipangkas rambutnya oleh Herman, pemuda asal Garut. Disaksikan isteri terkasih, Iriana, Jokowi tampak menikmati tiap pangkasan dari tukang cukur asal kampung yang memang melegenda sebagai markas ‘Asgar’ -tradisi pangkas rambut ‘Asli Garut’. Sebuah keahlian yang mengantar mereka hingga sudut-sudut kota besar dan ibu kota negeri.

Tradisi pangkas rambut berjalan turun-temurun sejak puluhan tahun lalu di empat atau lima kampung di Garut. Di antaranya Kampung Banyuresmi. Sejak remaja, pria Garut belajar memangkas rambut dari para ‘senior’-nya.

Ada Desa Banyuresmi, Wanaraja, dan desa atau kampung lain yang warganya kebanyakan jadi pencukur rambut. Keahlian ini memudahkan mereka untuk belajar dan mendapatkan akses bekerja di berbagai daerah bahkan hingga di luar pulau.

Benang merah dari kisah mereka adalah, pencukur rambut yang berasal dari Garut, biasanya bekerja dengan apik dan rapih. Mereka juga senang melayani pelanggannya dengan membuka obrolan ringan yang dekat dengan keseharian masyarakat.

Jokowi menjadi contoh nyata, bagaimana seorang pemimpin mengembangkan tradisi lokal, sekaligus mendorong terus pertumbuhan wirausaha dan ekonomi kecil dari kelas kampung hingga menasional.

Lagian, pangkas rambut bisa di mana saja, kan? Asal bersih dan hasilnya bagus. Kayak Pak Jokowi gitu, lho, makin ganteng di tangan Asgar !. ( https://jokowidodo.app/post/detail/ke-garut-jokowi-tak-lupa-pangkas-rambut )