Renungan Jumat Pagi : ADAKAH DAMAI DI TENGAH BADAI ?

0
1373

Bacaan Yesaya 26 ; Markus 4:40

“Yang hatinya teguh Kaujagai dengan damai sejahtera, sebab kepada-Mulah ia percaya” 
(Yesaya 26:3).

 

ADAKAH DAMAI DI TENGAH BADAI ?

Mungkinkah kita menemukan damai di tengah persoalan dan masalah? Mungkinkah masih ada damai di tengah badai? Itulah suatu paradoks yang sulit sekali kita temukan faktanya di muka bumi ini.

Kita biasanya bereaksi panik ketika berita mengerikan mendatangi kita. Ketakutan menyergap kita ketika awan gelap mendatangi kita. Saat masalah datang sulit sekali kita bereaksi dalam damai sejahtera Allah. Tetapi itu tidak berlaku bagi Yesus.

Ketika Dia bersama murid-murid-Nya berada di tengah persoalan, karena badai dan angin ribut sedang melanda perahu mereka, sementara murid-murid-Nya amat ketakutan, Yesus justru tertidur di dalam damai sejahtera. Anda bisa baca kisah ini dalam Markus 4:35-41.

Memang kita bukanlah Yesus, tetapi Dia mau mengajarkan kepada kita supaya kita tetap berada dalam damai sejahtera saat angin ribut melanda. Lihatlah bagaimana Yesus menegor murid-murid-Nya, “Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya” (ayat 40) ?

Apakah Yesus tidak memahami “kewajaran” sifat manusia yang ketakutan saat badai mengancam? Mengapa Yesus marah kepada mereka? Apakah kali ini Yesus terlalu emosi sehingga menegur murid-murid-Nya ?

Ingatlah, bahwa murid-murid Tuhan setiap hari bersama-sama dengan Tuhan. Mereka menyaksikan kedahsyatan kuasa Allah melalui Yesus. Dan mereka juga banyak menerima pelajaran bagaimana mereka harus bergantung kepada Allah setiap saat.

Tetapi saat praktek di lapangan, iman mereka gembos ! Kalau yang beserta dengan Yesus di perahu saat itu adalah orang lain atau mereka yang baru percaya saya yakin Yesus tidak akan menegur mereka. Tetapi Yesus kali ini bersama dengan murid-murid-Nya sendiri.

Berapa tahun kita telah mengaku sebagai orang Kristen. Tetapi bagaimana reaksi kita saat menghadapi angin ribut. Kalau kita ketakutan dan panik, Yesus akan menegur kita. Tetapi mereka yang percaya akan tetap tinggal dalam damai sejahtera. Ingat, ketakutan dan damai sejahtera tidak bisa tinggal bersama-sama.

Renungan :

Jangan takut sobat saat menghadapi persoalan, krisis, harga-harga melambung tinggi, dan sebagainya, sebab Allah bersama kita. Percayalan kepada Dia supaya damai sejahtera-Mu tidak tercuri !

Jangan mencari damai di toko serba ada, sebab itu hanya bisa ditemukan di dalam Yesus.  Selamat merenungkan dan selamat berkarya di hari ke – delapan belas di bulan Januari 2019. Tuhan Yesus memberkati kita semua. (MULTIMEDIA DEPARTMENT GRAHA BETHANY NGINDEN )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here