Albertho Wanimbo : Pemuda Papua Tetap Satu Dalam Wadah KNPI Papua, Tida Ada Dualisme atau Tigalisme

0
848
Ketua DPD KNPI Papua, Albertho G. Wanimbo, saat menyampaikan sambutannya, dalam sebuah kegiatan lainnya. (Foto Thedy Pekei )

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  – Ketua Umum Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Papua, Albertho G. Wanimbo menegaskan, bahwa Pemuda Papua perlu bersatu dan tetap satu, karena itu jangan ada dualisme atau tigalisme dalam pengurus wadah berhimpun dan pengkaderan pemuda  di provinsi paling timur Indonesia ini.

Hal ini disampaikan Albertho Wanimbo, dalam sambutannya dalam Ibadah Perayaan Natal dan Syukuran DPD KNPI Papua, dengan tema “Yesus Kristus Hikmat Bagi Kita”, di aula Balai Diklat Kotaraja Dalam, Minggu (30/12/2018).

Caption Foto : Suasana Perayaan Natal dan Syukuran DPD KNPI Papua di aula Balai Diklat Kotaraja Dalam, juga dihibur dengan pelayanan dari Trio Papua dan Akapela Kwartet dari Gereja Advent. (Eveerth Joumilena / lintaspapua.com )

Dirinya berharap, persatuan Pemuda dapat dijaga bersama, karena kedepannya aka nada penyatuan kedua belah pihak, akan dilaksanakan islah oleh Presiden Indonesia, sehingga pemuda di Tanah Papua tetap satu.

“Sehingga tidak ada dualisme atau tigalisme, tetapi pemuda tetap satu dalam membangun Tanah Papua dan membangun wadah KNPI kedepan,” tuturnya.

 

Dirinya berpesan, agar para pemuda Papua juga tidak lagi menerima dualism, sehingga tetap satu, karena perlunya komunikasi searah dengan pemerintah daerah, baik dari tingkat provinsi hingga kabupaten dan kota.

“Saya kira pentingnya komunikasi dan koordinasi satu pintu dengan pemerintah, sebabnya semua pemuda harus bersatu dan saya yakin kita semua mampu mewujudkannya dengan baik, demi kemajuan pemuda dan tanah Papua,” tandasnya.

Dalam kesempatan tersebut Albertho Wanimbo menceritakan dirinya mengikuti Kongres XV Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) yang digelar di Hotel Forest Bogor, Jawa Barat, sehingga Haris Pertama berhasil terpilih sebagai ketua umum dalam kongres yang digelar sejak tanggal 18 hingga 22 Desember tersebut.

“Usai Pemilihan kemarin, kami telah dikumpulkan, sehingga semua wadah KNPI harus tetap bersatu dan pemerintah telah menyikapi secara baik rencana ini,” akuinya.

 

Sebagaimana diketahui,  meski pembukaan acara ini sempat mundur dari waktu yang ditentukan, namun semua prosedur persidangan dinyatakan telah sesuai tata tertib yang ditetapan bersama.

 

Ada tidak orang calon ketua umum yang ditetapkan dalam forum. Mereka adalah Haris Pertama, Noer Fajrieansyah, dan Jaksen Kumaat. Di tengah perjalanan, Jaksen menyatakan mundur dan memberikan dukungan kepada Haris Pertama.

Ada 168 suara yang diperebutkan dalam kongres. Suara itu terdiri dari 132 Organisasi Kemahasiswaan dan Kepemudaan (OKP), 34 DPD KNPI, 1 DPP KNPI dan 1 suara Majelis Pemuda Indonesia (MPI).

Haris Pertama menang setelah mendapat 84 suara. Sementara Noer Fajrieansyah mendapat 82 suara. Sebanyak 1 OKP tidak hadir dan 1 suara milik DPP KNPI dinyatakan netral alias abstain.

“Alhamdulillah, selamat untuk kemenangan kita pemuda Indonesia,” ujar Haris dalam sambutannya.

Dia kemudian mengajak semua OKP di Tanah Air yang selama ini terpecah belah, untuk bisa bersatu demi kemajuan bangsa.

“Saya menantang semua pemuda dan OKP untuk bersatu bersama saya membangkitkan pemuda Indonesia,” tegas Haris, sebagaimana dikutip dari https://politik.rmol.co/read/2018/12/22/371939/Menang-Tipis,-Ketum-KNPI-Terpilih-Haris-Pertama-Ajak-OKP-Bersatu- . (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here