Untuk Masyarakat Tabi, Besok 20 Desember 2018 Natal Bersama di Gunung Merah Sentani

0
504
Ketua Panitia Natal, dr. John Manangsang Wally mengatakan, pihaknya telah diberikan mandat dari Lembaga Masyarakat Adat dan Dewan Adat Suku, sehingga kepanitian ini bisa berjalan, hingga nantinya pelaksanaan pada tanggal 20 Desember 2018. Tampak Suasana Foto Bersama Panitia Natal Tabi. (Eveerth Joumilena /lintaspapua.com )

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  – Panitia Natal Bersama Masyarakat Tabi mengundang semua anak –anak Masyarakat Tabi dari berbagai lembaga swasta dan pemerintah untuk ikut dalam ibadah syukuran Perayaan Natal Yesus Kristus, yang sedianya dilaksanakan di Sentani Gunung Merah pada Kamis, 20 Desember 2018.

 

Ketua Panitia Natal, dr. John Manangsang Wally mengatakan, pihaknya  telah diberikan mandat dari Lembaga Masyarakat Adat dan Dewan Adat Suku, sehingga kepanitiaan ini bisa berjalan, hingga nantinya pelaksanaan pada tanggal 20 Desember 2018.

“Kami telah audience dengan pemerintah dan kepada tokoh masyarakat serta kepada pihak masyarakat adat dan puji Tuhan semua mendukung rencana ini,” ujar John Manangsang Wally.

Caption Foto : Suasana Rapat Bersama Panitia Natal Masyarakat Tabi dan Forum Diskusi Bersama Masyarakat Tabi di Kediaman Rumah Bapa Ondoafi Ramses Ohee di Waena, Pinnggiran Danau Sentani. (Eveerth Joumilena / lintaspapua.coim )

Jhon Manangsang Wally, yang diberikan nama adat Wally oleh Suku Sentani sejak 2001 ini mengakui, dirinya dipercayakan bersama panitia untuk merayakan Natal bersama dan Gelar Forum Diskusi Masyaraat Tabi, yang direncanakan pada Januari 2019.

 

“Secara khusus untuk Perayaan Natal, bukan Natal biasa, tetapi ini adalah suatu ungkapan rasa syukur orang Tabi terhadap datangnya  Yesus KRISTUS di Tanah Ibadah,”

Dijelaskan, bahwa perayaan ini akan dibawa dalam rasa syukur dari lima wilayah, semua akan hadir, dengan harapan juga pemerintah akan hadir, sehingga bersama – sama akan melihat Tabi kedepan.

 

“Nantinya tanggal 20 Desember semua warga dari Khalkote, yahim , patouw, semua akan bermuara di Gunung Merah, Persiapan hingga jam tiga akan ibadah dan semua akan menggunakan alam untuk makanan dan pohon terang,”

“Moto kita semua makanan asli dan pohon Natal kita adalah Pohon Sagu, karena penciptaan Alllah kepada orang Tabi adalah Pohon SAGU, sehingga Pohon Sagu adalah Pohon Terang Orang Tabi,” jelasnya.

 

“Selanjutnya dalam forum diskusi akan dibahas pada bulan Januari.  “Inilah saatnya orang – orang TABI mulai membangun kesadaran bersama dan ini kesempatan memberikan kapada orang Tabi, sehingga melalui perayaan Natal kita bersyukur bersama kepada Tuhan Yesus,” ungkapnya.

Ditegaskan, bahwa apa yang dilakukan adalah untuk kehidupan yang rukun dan kepada semua suku bangsa yang hidup di Tanah Tabi mari kita jaga dan menjaga tatanan masyarakat adat.

Sementara itu, Sekretaris Panitia, Rojando Early Ibo mengatakan, bahwa dirinya sebagai penggagas hingga lahirnya Forum Diskusi Bersama Masyarakat Tabi dan Natal Tabi, karena sejak bulan Oktober 2018 semua telah komplit mendapatkan persetujuan dari adat

“Sehingga sebagai pemuda Tabi kami uncapkan terimakasih atas dukungan untuk terwujudnya Natal masyarakat Tabi yang pertama, sebab dengan moment Natal kita menata Tabi,” jelasnya.

Dikatakan, bahwa apa yang dilakukan jangan dinilai bahwa akan membuat susah suku lainnya, akan tetapi mari kita jaga bersama, karena ini adalah rumah kita bersama.

Dijelaskan, bahwa untuk Tema Natal tetap menggunakan Tema Nasional “Yesus Kristus Hikmat Bagi Kita” ( 1 Korintus  1 : 30a)

“Dengan sub tema “Membangun Iman Dan Menata Peradaban Dan Menuju Pembaruan”,” lanjutnya. (Eveerth Joumilena / lintaspapua.com )

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here