SENTANI (LINTAS PAPUA) – Seleksi Jabatan Pimpinan Tingggi (JPT) Pratama Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Jayapura memasuki tahap akhir dengan mengerucutkan kepatutan dan kelayakan peserta menggunakan teknik wawancara langsung.

 

 

Hasil wawancara, menjadi penentu akhir yang bakal direkomendasikan dan diseleksi lagi oleh KASN di Jakarta.

 

 

“Jadi, hasil wawancara ini menjadi penentu akhir berapa calon yang akan direkomendasikan dan diseleksi lagi oleh KASN Jakarta nanti,” ungkap Ketua Tim Panitia Seleksi (Pansel) JPT Pratama Sekda Kabupaten Jayapura, Prof. DR. Drs. Akbar Silo, M.S., yang menjawab wartawan, di Aula Lantai II Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura, Senin (17/12/2018) kemarin siang.

 

 

Selain itu, Akbar Silo juga mengungkapkan bahwa porsi jabatan yang dikehendaki adalah mereka yang dapat menunjukan kompetensi kinerjanya untuk mendukung visi-misi Pemerintah Kabupaten Jayapura selama lima tahun kedepan.

 

 

“Jadi, materi tes yang diberikan itu fokus pada kemampuan para calon untuk mengeksplore visi-misi sampai pada program-program prioritas dari Bupati dan Wakil Bupati Jayapura,” jelasnya.

 

 

Menurut pria asal Selayar-Sulsel ini, seleksi ini sangat perlu dilakukan karena dari tiap jabatan tentu sangat beda kualifikasi dan tupoksinya masing-masing.

 

 

“Hari ini adalah seleksi terakhir dan hasil dari semua tes ini kita akan sampaikan kepada Tim KASN di Jakarta untuk di tindaklanjuti. Jika nanti sudah memperoleh rekomendasi dari KASN rekomendasi ini yang akan kita sampaikan ke pak Bupati untuk di lantik jika memenuhi syarat,” tuturnya.

 

 

Ditanya soal berapa lama waktu yang diperlukan oleh KASN untuk menindak lanjuti hal tes terakhir ini, Akbar Silo mengatakan bahwa hal tersebut adalah wewenang dari KASN Jakarta dan tidak bisa dipastikan berapa lama waktu yang dibutuhkan.

 

 

“Itu semua bergantung pada kesiapan waktu yang ada di KASN, biasanya ini kalau tidak ada permasalahan krusial pasti KASN akan bekerja cepat sesuai dengan SOP-nya dan pasti akan lancar-lancar saja. Kecuali ada yang memang perlu di perdalam yang biasanya KASN ini akan mempertanyakan kejelesanya sehingga akan butuh waktu yang agak lama” tukasnya. (Irfan / Koran Harian Pagi Papua)