JAYAPURA (LINTAS PAPUA) –  Badan Pengawas Obat dan makanan (BPOM) atau Balai Besar POM di Jayapura menggelar  aksi penertiban kosmetika ilegal atau mengandung bahan berbahaya tahap ke dua tahun 2018. Melalui Pers release, Senin (17/12/2018).

BPOM memusnahkan 430 item kosmetik, 450 item Pangan/minuman, 28 item obat tradisional, dan 19 item obat dengan total nilai Rp. 2.230.416.100 merupakan hasil sidak dan tinjauan BPOM dari Provinsi, kota dan Kabupaten Jayapura, mulai Januari hingga Desember 2018.Produk yang di musnahkan merupakan produk tidak layak konsumsi, mengandung bahan berbahaya, lewat tanggal kadaluarsa, juga produk tidak memenuhi standart mutu.

 

Kepala Balai Besar POM Jayapura, Drs. H. G. Kakerissa, Apt., mengatakan, bahwa  saat ini masih banyak yang memanfaatkan keadaan, BPOM Mohon kerjasama untuk semua pihak mengawasi peredaran obat, kosmetik, bahan pangan dan minuman di wilayah Papua.

 

“Merujuk hasil pengawasan, masih ada pelaku usaha yang lalai atau tidak faham , memanfaatkan situasi meraup keuntungan dengan cara yang tidak wajar, kami menghimbau dari instansi, pelaku usaha, masyarakat bersama sama melakukan pengawasan peredaran obat, makanan, kosmetik, di seluruh Papua agar tidak terjadi pelangaran hukum di Bidang obat dan makanan.kita semua bertangung jawab atas peredaran seluruh produk di wilayah Provinsi Papua,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Majelis Rakyat Papua(MRP),  Timotius Murib mengatakan, bahwa pihaknya  menyatakan MRP siap mendampingi BPOM dalam bertugas, agar tidak ada yang menghalangi.

 

“Tidak bisa BPOM bekerja sendiri, memastikan masyarakat menggunakan dan mengkonsumsi barang yang layak dikonsumsi, kami menghimbau pada masyarakat untuk memperhatikan produk yang akan di beli seperti obat, kosmetik, bahan pangan,” kata Timotius Murib.

Dikatakan, bahwa MRP akan dampingi inspeksi mendadak di lakukan BPOM, bila ada pihak menghalangi kegiatan BPOM kita akan melakukan negosiasi dan memberi pemahaman,” katanya  ( Fransisca / lintaspapua.com )