Bupati Mathius Awoitauw Akui Kewenangan Otsus Papua Masih Terbatas : Fokus Bangun Distrik dan Kampung

0
162
“Saya 27 Tahun sebagai aktivis lalu masuk dalam jajaran birokrasi menjadi Bupati pada 2012, tentunya karena saya melihat adanya kesenjangan yang cukup sulit di Papua, walaupun demikian, Otsus yang kebanyakan orang bicara soal uang, tetapi intinya belum ada,” ujar Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, dalam Workshop dan Peluncuran Distrik Membangun di Gedung PPN/BAPPENAS, Jakarta, Jumat (14/12/2018). (ISTIMEWA)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  –  Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si., mengatakan bahwa pelaksanaan Otonomi Khusus (Otsus) hingga kini belum menyentuh dan mengangkat kesejahteraan masyarakat, karena kewenangan masih terbatas.

 

“Saya 27 Tahun sebagai aktivis dan masuk dalam jajaran birokrasi menjadi Bupati, tentunya karena saya melihat adanya kesenjangan yang cukup sulit di Papua, walaupun demikain Otsus orang bicara soal uang, tetapi intinya belum ada,” ujar Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, dalam Workshop dan Peluncuran Distrik Membangun di Gedung PPN/BAPPENAS, Jakarta, Jumat (14/12/2018).

Dikatakan, memang  masih banyak persoalan, terlebih dalam lima tahun sebelumnya, kini dikuatkan untuk apa yang telah dibangun, namun demikian kita tidak bisa lalukan apapun jika tanah dan hutan masih bermasalah.

“Khusus bagi Kabupaten Jayapura didorong masyarakat adat untuk tampil, karena masyarakat adat pernah punya struktur yang jelas dan ada pemerintahannnya,” katanya.

Untuk itu, Bupati Jayapura menekankan, agar memberikan kesempatan kepada masyarakat adat.

“Karena adanya rentang kendali pelayanan yang harus diselesaikan, sehingga Distrik menjadi pusat data, pusat penelitian dan pusat pelatihan.

 

“Kabupaten Jayapura dalam fokus menjadikan distrik dan kampung untuk maju, tentunya dengan berbagai kelemahan tetap mendorong distrik menjadi pusat data, pusat pelatihan  dan Pusat Pemberdayaan perekonomian , tentunya lebih ke kampung semua diatur pengelolaannya secara adat,” ujar Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si.

Pedoman Umum Distrik Membangun-Membangun Distrik gagasan Bupati Jayapura Mathias Awoitauw tersebut merupakan pedoman bagi distrik dalam melakukan pembangunan di Papua termasuk Kabupaten Jayapura.

Mathius Awoitauw yang kini menjabat Bupati periode kedua ini, menuturkan, bahwa masyarakat adat di Papua khususnya di Kabupaten Jayapura harus diberi ruang agar tampil di depan menjadi panutan pembangunan dan keberadaan distrik yang harus menjadi pusat pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Papua.

“Pembangunan dengan pendekatan distrik sudah masuk RPJMD 2018-2022, distrik akan menjadi Pusat Data, Pusat PelayananPublik, Pusat Pelatihan dan Pusat Pemberdayaan dan sudah ditetapkan dalam Peraturan Daerah. Pembangunan beserta dananya akan dikelola distrik,” tuturnya.

Mathius Awoitauw dalam kesempatan tersebut menjelaskan, bahwa kewenagan dalam pelaksanaan Otonomi Khusus masih terbatas, karena seringkali terjadi benturan dengan berbagai peraturan kementerian, sehingga ini juga menjadi terhalang.

“Sebab itu, dengan kondisi ini kita membawa pembangunan dari tingkat kampung dan distrik, yang mana masyarakat terlibat langsung,” jelasnya.

Dalam Pedoman Umum Distrik Membangun-Membangun Distrik tersebut Bupati Jayapura Mathius Awoitauw salah satunya menyebutkan akan menjadikan distrik di wilayahnya sebagai pusat pertumbuhan ekonomi.

Ke depan, Distrik menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang diarahkan untuk mendukung berkembangnya kegiatan ekonomi di kampung dan distrik. Termasuk berkembangnya kawasan ekonomi pedesaan atau perkampungan serta meningkatnya produksi nilai tambah dan pendapatan masyarakat.

Bupati Mathius Awoitauw, mengakui, banyak kendala dalam pelayanan antar distrik, namun dengan komitmen dan berbagaiu upaya terus dibangun distrik dan kampung menjadi satu data dengan sistem yang ada yakni mendukung Indonesia menjadi satu data. (*)