14 Kampung di Kota Jayapura Miliki Potensi Terapkan Bursa Inovasi dan Dapat Dijadikan Sumber Pendapatan

0
509
Wakil Wali Kota Jayapura, Ir H Rustan Saru, MM., saat membuka kegiatan Bursa Inovasi Kampung. (Ardiles / lintaspapua.copm )

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) –  Lewat Bursa Inovasi Kampung (BIK) Pemerintah Kota Jayapura mendorong para kepala kampung untuk menerapkan bursa inovasi yang benar-benar menjadikan sumber pendapatan di kampung.

 

Hal tersebut di sampaikan langsung oleh Wakil Walikota Jayapura, Ir H.Rustan Saru MM., lewat kegiatan

Bursa Inovasi Kampung (BIK) yang di selenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung di Jayapura,  Selasa, 11 Desember 2018.

 

Menurut Rustan, kegiatan BIK ini merupakan langkah inovasi awal guna meningkatkan kemampuan bekerja dan berinovasi untuk menjadi suatu program kegiatan kampung yang dapat menambahkan hasil pendapatan belanja kampung agar bisa sejahtera.

Selain itu masyarakat bisa sejahtera perlu inovasi dan inovatif program kerja.Oleh karena itu setiap kampung di kota jayapura harus punya inovasi dasar/utama yang dianggap menonjol untuk diprogramkan sehingga bisa di jalankan dengan baik, mudah di akses dan cocok bagi masyarakat.

 

“Supaya masyarakat yang berkunjung bisa suka dengan karya-karya baru, dan dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi kampung itu,” kata Rustan.

 

Dengan inovasi yang inovatif diharapkan memberikan kemampuan SDM masyarakat kampung lebih berkreatifitas, sehingga bisa berkarya berinovatif dan punya produk yang bisa diandalkan maka di bidang pemberdayaan kampung.

 

“Jadi ada produksi hasil karya dari buah tangan apakah itu souvenir maupun home industri yang bisa mendatangkan konsumen, dan di pasarkan  dan mendapatkan pendapatan itu tujuannya, “ujarnya.

 

Lanjut Rustan, jangan sampai dana yang di kasi begitu besar kepada pemerintah kampung, itu habis begitu saja tidak ada follow- up , manfaat yang bearti bagi kampung tersebut.

 

Pihaknya berharap, semua kampung jangan mempunyai inovasi yang sama karena, akan sangat sulit dipasarkan.Oleh sebab itu setiap kampung inovasi harus beda.

 

“Mungkin di Kampung Yoka dengan keramba ikan mujair yang bagus, berikutnya di kampung Kayu Batu/Kayu Pulo dengan keramba ikan kerapu yang modern dan bagus dan di kampung Skouw bisa dengan abon,”jelasnya.

 

Di lain sisi bukan saja bidang ekonomi yang di kembangkan, tetapi juga bagian infrastrukturnya di bidang pariwisata misalnya wisata air panas di Muara Tami.

 

“Sehingga secara tidak langsung menambahkam pendapatan kampung agar bisa sejahtera bisa meningkatkan ekonomi,”pungkasnya.

 

Sementara itu,  di kesempatan yang sama, Kepala Dinas pemberdayaan masyarakat kampung, Jacobus Itaar mengatakan,  14 kampung di kota Jayapura memiliki potensi yang luar biasa sehingga harus di lakukan inovasi.

 

“Karena kota Jayapura salah satu kota yang punya inovasi terbanyak sehingga pemkot Jayapura berharap dapat berinovasi bukan dari OPD tetapi juga dari kampung-kampung juga yang memiliki potensi luar biasa,”ucap Itaar

 

Menurutnya dengan kegiatan ini para kepala kampung di udang untuk melihat menu-menu dari setiap OPD yang ada untuk dicocokan dengan potensi yang ada di kampung.

 

“Misalnya di kampung Tobati yang di tawarkan oleh Dinas Perikanan tentang potensi keramba maupun dari Dinas Pariwisata tentang hutan manggrove itu bisa diprogramkan oleh teman dikampung supaya menjadi incam tersendiri,” tuturnya.

 

Pihaknya menambahkan, kapala kampung di Kota Jayapura yang ikut dalam kegiatan akan bekomitmen bersama OPD lewat teknis, sehingga program ini dapat dijalankan ditahun 2019.

 

“Program ini akan di awasi oleh Dinas Pemberayaan kampung dan pendamping agar program ini harus tetap jalan dan sukses.Maka harapan kita dengan anggaran yang besar bagi kampung ada manfaat dan dampak bagi kesejahteraan masyarakat di kampung, ” tutup Itaar. (Ardiles / lintaspapua.com )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here