JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  –  Gubernur  Papua,  Lukas Enembe mengajak  dan menghimbau  semua pihak dan elemen masyarakat,  untuk bersama-sama menjaga dan menyelamatkan cagar alam  Pegunungan Cycloop, agar tetap lestari dan memberikan manfaat sesuai dengan status dan fungsinya.

Demikian disampaikan Gubernur dalam sambutannya  yang dibacakan  Staf Ahli  Gubernur Papua Bidang Kesejahteraan dan SDM,  Johana  OA Rumbiak,  didampingi Bupati Jayapura,  Matius Awitouw,  ketika membuka  Festival  Cycloop Tahun 2018 di Pasir 6 Angkasa, Distrik Jayapura Utara, Kota Jayapura, Sabtu (8/12./2018).

Gubernur mengatakan,  pihaknya  mengharapkan agar masyarakat  memiliki komitmen untuk mendukung  terciptanya pengelolaan yang tepat dan cermat, sehingga upaya pencapaian strategis  pengelolaan  cagar alam Pegunungan Cycloop dapat tercipta sekaligus mampu mendorong  pengelolaan kawasan  konservasi  yang berbasis pendekatan ekologi, sosial  dan kesejahteraan ekonomi masyarakat.

Gubernur mengatakan,  Festival Cycloop  yang merupakan kegiatan dalam  rangkaian memperingati  Hari Jadinya Cagar Alam  Pegunungam Cycloop. Momentum hari jadinya Cycloop  ditetapkan sebagai kawasan  konservasi,  apabila kita  gunakan untuk melakukan refleksi atau renungan  atas apa  yang telah kita  lakukan pada massa  lampau dan pada saat ini.

“Hal ini  penting, karena  akan mengetahui sejauhmana keadaan Cycloop  dalam  proses pembangunan  nasional maupun regional sehingga  dampak manfaat  dapat dirasakan  oleh masyarakat , negara dan internasional,”  terang Gubernur.

Gubernur menjelaskan, Pegunungan Cycloop hampir  31 tahun menyandang status sebagai  cagar alam dengan alasan  dan pertimbangan  sebagai perlindungan dan penampungan  air  yang utama  bagi penduduk  Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura.

Pegunungan Cycloop telah ditunjuk oleh Menteri Pertanian  tahun 1978  dan ditetapkan sebagai cagar alam pada tahun 1987  oleh Pemerintah RI.

Ia mengatakan, cagar alam  Pegunungan Cycloop telah  menjelma sebagai kawasan konservasi, harapan masyarakat karena  disamping sebagai paru-paru  Kota Jayapura  dan Kabupaten Jayapura  dan juga  yang tak kalah penting  adalah pengatur tata air serta habitat bagi berjuta-juta flora dan  fauna yang  tentunya sangat bermanfaat  bagi kita semua.

Cagar alam  Pegunungan Cycloop di usianya  yang sudah seperempat abad  ini, katanya, banyak  yang dapat kita pelajari  sekaligus kita peroleh  dan kita ambil manfaatnya, sampai kepada hal  negatif  yang telah sebagian dari kita perbuat  untuk kawasan konservasi tersebut.

 

Dikatakannya, beberapa tahun belakangan ini      sering kita dikejutkan oleh kemarahan cagar alam ini dengan terjadinya  longsor dan banjir  bandang yang menimpa saudara-saudara  kita yang ada di  Sentani dan sekitarnya.

“Bencana  alam berupa longsor dan banjir bandang  setiap saat akan  datang dengan sangat  kejam  menerjang kita  semua tentunya kita semua  tak mau fenomena  ini sampai terjadi  lagi karena  sudah tentu akan menelan kerugian baik  secara material dan  imaterial yang  tak sedikit,” tegasnya.

Menurutnya, peristiwa akan bencana  alam  yang telah  kita alami dan rasakan merupakan teguran bagi kita  semua. Pengelolaan cagar alam Pegunungan Cycloop bukan hal yang mudah, karena didalamnya terdapat berbagai  permasalahan  yang cukup kompleks.

Karena itu, tutur Gubernur,  Pemprov Papua sangat mendukung upaya dalam rangka  penyelamatan cagar alam Pegunungan Cycloop yang telah  dilakukan instansi  terkait melalui Undang-Undang telah diberikan amanah sebagai otoritas dalam  pengelolaan cagar alam Pegunungan Cycloop.

“Tantangan kedepan tentu akan semakin berat, tapi  hal  ini tak berarti  mengendurkan semangat kita semua terus  berupaya seoptimal mungkin dalam melakukan penyelamatan  cagar alam Pegunungan Cycloop agar tetap lestari,” ungkapnya. (Berti Pahabol / lintaspapua.com )