RPJMD Papua Prioritaskan Pembangunan SDM dan Kesehatan

40
Suasana Pembukaan Kegiatan. Sekertaris Daerah Provinsi Papua TEA. Herry Dosinaen saat membacakan sambutan Gubernur Papua pada kegiatan pembukaan musyawarah perencanaan pembangunan jangka menengah daerah ( RPJMD ) 2018 - 2023 Provinsi Papua, disalah satu hotel di Kota Jayapura, Kamis (06/12/18). Ia juga menambahkan, bahwa tantangan kita dalam peningkatan kualutas sumber daya manusia ( SDM ) terfokus pada peningkatan kualitas manusia Papua secara keseluruhan, serta memperbaiki kesenjangan kualitas manusia baik dilihat sari status golongan pendapatan, gender atau antar daerah masing-masing. (Berti Pahabol / lintaspapua.com )

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  –  Pelaksanaan pembangunan dalam kurun waktu lima tahun terakhir ini telah menampakkan hasil sesuai yang direncanakan, namun tetap menyisakan tugas untuk kedepannya.

 

Hal tersebut dikatakan oleh Sekertaris Daerah Provinsi Papua TEA. Herry Dosinaen saat membacakan sambutan Gubernur Papua pada kegiatan pembukaan musyawarah perencanaan pembangunan jangka menengah daerah ( RPJMD ) 2018 – 2023 Provinsi Papua, disalah satu hotel di Kota Jayapura, Kamis (06/12/18).

Ia  menambahkan,  bahwa tantangan kita dalam peningkatan kualutas sumber daya manusia ( SDM ) terfokus pada peningkatan kualitas manusia Papua secara keseluruhan, serta memperbaiki kesenjangan kualitas manusia baik dilihat sari status golongan pendapatan, gender atau antar daerah masing-masing.

 

“Oleh karena itu bidang pendidikan, kesehatan, termasuk pelatihan serta ilmu pengetahuan dan teknologi akan semakin diprioritaskan,” jelasnya.

 

Percepatan pertumbuhan ekonomi yang diinginkan adalah pertumbuhan ekonomi yang mengikutsertakan sebanyak mungkin masyarakat papua ( inclusive growth ) dengan cara tetap menjaga lingkungan alam papua, hutan, tanah dan keanekaragaman hayati sebagai asset kehidupan masyarakat papua saat ini serta generasi selanjutnya.

 

” Peecepatan dan pemantapan konektivitas serta infrastruktur dasar menjadi strategi dilihat dari berbagai dimensi. ”

 

Peecepatan pertumbuhan ekonomi jelas membutuhkan tambahan kuantitas dan perbaikan kualitas infrastruktur, pengurangan kesenjangan, peningkatan pemerataan serta keadilan harus didukung dengan pemenuhan infrastruktur dasar.

 

Untuk itu memantapkan tata kelola pemerintahan dengan meningkatkan kualitas birokrasi melalui perubahan mainset dan cultureset serta mengedepankan prinsip-prinsip efisiensi, efektifitas, transparansi dan akuntabilitas.

 

” Kita telah menaburkan benih yang ditabur ditanah yang subur yaitua papua, kedepan melalui kerja keras, kebersamaan dan kesungguhan seluruh anak negeri kita akan menjadi generasi yang bebas dari rasa takut, penuh percaya diri, harkat dan martabat,” tandasnya. (Berti Pahabol / lintaspapua.com )