Surat Terbuka Penemu Rumus Fisika George Saa untuk Gubernur Papua

1852
George Saa adalah Penulis essay sosial, ekonomi dan pendidikan dan merupakan putra Papua pertama pemenang lomba First Step to Nobel Prize in Physics pada tahun 2004 dari Papua, Indonesia. Makalahnya berjudul Infinite Triangle and Hexagonal Lattice Networks of Identical Resistor. bahkan rumus Penghitung Hambatan antara Dua Titik Rangkaian Resistor yang Ditemukannya diberi namanya sendiri yaitu “George Saa Formula” (Foto Pribadi)

 

Mungkin Bapak Gubenur sudah lupa saya untuk ini saya ijin perkenalkan nama saya: Septinus George Saa. Saya umur 32 tahun, lahirnya di Manokwari pada 22 September 1986. Saya tamat sekolah SD-SMA di kota Jayapura. Saya lulus S1, Aerospace Engineering dari Florida Institute of Technology, di Amerika Serikta. Saya sedang menamatkan S2 saya di University of Birmingham, England dengan jurusan spesialisasi diamond-like coating (Material Science).

Saat ini saya di Jayapura, saya sedang mencoba melobby Bapak sekiranya saya di bantu dana saja untuk menyelesaikan penelitian saya dimana dana ini jumlahnya minim sekali dibandingkan investasi yang telah Bapak berikan kepada anak-anak lain yang mungkin saja belum ‘jelas’ prestasi atau mau buat apa buat negeri ini. Namun hari ini, tidak ada sama sekali respon dari Bapak hingga segenap pemerintahan Bapak.

Saya bangga nonton Bapak di konser reggae festival di mana Bapak hargai adik pelukis cash 100jt di depan semua orang. Ini luar biasa.

Saya hanya ingin bertanya, kalau saya yang mengharumkan nama orang Papua sampai ke dunia international di bidang fisika, yang selama ini sekolah dan kuliahpun lewat jalur beasiswa dari orang lain, dan juga berupaya sendiri, 3 pekerjaan kasar saya kerjakan selama di amerika untuk bisa bertahan hidup, Bapak kenapa tidak bisa support pendidikan saya?

Bapak mungkin ikuti, prestasi saya ini telah merubah paradigma bangsa ini – mereka makin segan orang Papua. Mereka tahu orang Papua juga berkualitas dibidang sains. Dimana-mana, hingga beberapa president negara kesatuan RI ini ikut segan akan orang Papua.

Mungkin Bapak pernah tahu/dengar kalau saya ini paling rajin ke sekolah-sekolah kasih motivasi belajar dan beprestasi: di Papua dan di Jawapun saya jalan. Saya selalu memberikan dukungan semangat dan harapan kepada generasi muda Papua ini jika mereka berprestasi, kelak mereka akan diperhatikan di negara ini dan di tanahnya sendiri-Papua ini. Namun, realitasnya, saya yang berprestasi ini, sangat tidak terbantukan oleh pemerintah dan orang Papua. Bapak Lukas Enembe ini orang Papua juga, saya juga orang Papua, apa salahnya saya dapat perhatian khusus dari Bapak.

Saya dengar banyak sekali orang lain diberikan beasiswa hingga miliaran. Mereka ini kadang malah tidak punya prestasi apa-apa. Kenapa saya yang jelas telah mendongkrak nama baik orang Papua ini tidak mendapat sentuhan dukungan sama sekali.

Saya tidak minta banyak. Saya ingin melakukan penelitian dan biaya yang saya perlu ini minim sekali. Saya mohon Bapak tolong saya supaya saya lanjutkan prestasi saya, dimana saya akan terus membawa nama baik orang Papua. (Dikutip dari https://wipanews.com/penemu-rumus-fisika-george-saa-surat-terbuka-untuk-gubernur-papua/ )

Mohon tanggapan Bapak.

Jayapura, 6 Desember 2018

Hormat saya,

Septinus George Saa