FPPD Boven Digoel Diminta Klarifikasi Pengaduan, Siap Dilaporkan ke Polda Papua

86
Divisi Teknis Anggota KPUD Boven Digoel, Manfred Naa, SH., saat memberikan keterangan pers. (Eveerth Joumilena / lintaspapua.com )

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  – Adanya laporan yang dimasukan kepada Tim Seleksi KPU Kabupaten serta pemberitaan media yang dilakukan Forum Pedui Pembangunan Demokrasi Boven Digoel terkait adanya calon yang terindikasi kasus dalam proses seleksi tes Komisi Pemilihan Umum Daerah, mendapatkan tanggapan balik untuk dilaporkan kepada Polda Papua atas dugaan pencemaran nama baik.

Hal ini disikapi secara tegas oleh tiga orang calon anggota KPUD Boven Digoel yang masih menjalani test tersebut, sebagaimana ketiganya namanya disebutkan dalam laporan yang dimasukan kepada Tim Seleksi dan telah menyikapi melalui pemberitaan disaah satu media lokal di Papua.

“Ini adalah pencemaran nama baik kami, sehingga saya minta kepada FPPD Boven Digoel segera lakukan klarifikasi dengan meminta maaf di media dan buat surat klarifikasi kepada Tim Seleksi KPUD atas laporan yang dimasukan,” ujar Divisi Teknis Anggota KPUD Boven Digoel, Manfred Naa, SH., kepada lintaspapua.com, yang ditemui usai pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Umum Abepura di Abepura, Kamis (6/12/2108).

Manfred Naa yang kini aktif kembali, karena sebelumnya hanya diberhentikan sementara, sehingga kini aktif sebagai anggota KPUD Boven Digoel, namun dugaan pelanggaran dan tuntutan dari FPPD Boven Digoel dinilai keliru dan salah.

“Kami akan laporakan balik atas pencemaran nama baik kepada Polda Papua, sehingga kami berikan waktu kepada FPPD Boven Digoel selama dua hari agar segera minta maaf dan klarifikasi di media dan membuat surat kembali kepada tim seleksi membantah laporan yang dimasukan,” tegasnya.

Dirinya menuturkan, apa yag dialami oleh ketiga Anggota Komisioner KPUD Boven Digoel hanyalah diberhentikan sementara, sehingga kini diaktifkan kembali dan masih berstatus sebagai anggota KPUD Boven Digoel.

“Saya berharap adik – adik mahasiswa atau siapapun yang kemarin menyampaikan di media adalah keliru dan harus segera diklarifikasi,” desaknya.

Dirinya menyarankan, agar FPPD Boven Digoel bisa fokus kepada pembangunan lainnya yang dikritisi, sebab proses seleksi hanyalah bagian kecil dari pembangunan yang ada dan pihaknya masih eksis bekerja sesuai dengan tugas pokok sebagai penyelenggara pemilu.

“Kami masih eksis bekerja sesuai aturan dan terus melakukan koordinasi dengan KPU Papua, sehingga kalau sampai demikian berarti ada hal – hal yang tidak benar yang sengaja dilaporkan,” tuturnya.

Ditekankan, bahwa agenda seleksi juga masih berjalan, jadi harus segera dilakukan klarifikasi, agar jangan sampai FPPD Berurusan dengan Polda Papua.

Sementara itu, Peserta Test Calon KPUD Boven Digoel, Zeivenson Lomban membenarkan, bahwa pihaknya hanya diberhentikan sementara dan dapat diaktifkan kembali.

“Artinya secara aturan dalam proses seleksi semua tahapan dilalui secara baik dari test administrasi hingga kini test kesehatan, disisi lain hal ini dibenarkan dalam PKPU Nomor 7 Tahun 2018 tentang Seleksi Anggota KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota, sehingga sangat disayangkan dengan pemberitaan yang salah dan pengaduan yang tidak benar, maka harus segera diklarifikasi dan permintaan maaf di media,” ungkap Zeivenson, yang benarkan Anggota KPUD Boven Digoel, Pomi Bukkang, yag juga ikut dalam laporan yang dimasukan kepada Tim Seleksi KPU.  (Eveerth Joumilena / lintaspapua.com )