SENTANI (LINTAS  PAPUA) – Besarnya dana yang mengalir ke Kampung memberikan peluang yang besar bagi pemberdayaan masyarakat, tidak terkecuali gerakan Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK).

Hal tersebut dikemukakan Ketua TP-PKK Kabupaten Jayapura, Ny. Magdalena Luturmas Awoitauw, S.Pd., kepada wartawan usai menghadiri acara peringatan 16 Hari Kekerasan terhadap Perempuan, di Lapangan Upacara Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura, Jumat (30/11/2018) kemarin siang.

Magdalena mengatakan, pihaknya sudah membahas bagaimana visi misi Pemerintah Kabupaten Jayapura, yang telah dicanangkan sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA) atau dimulai dari Kampung Ramah Anak itu berawal dari seribu (1000) hari kehidupan.

 

“Kita dari PKK sendiri juga lagi memprogramkan mengenai program Dasa Wisma. Oleh sebab itu, kami sudah turun ke distrik-distrik dan kampung-kampung untuk mensosialisasikan hal tersebut. Bahkan kita juga telah membuat lomba Dasa Wisma dalam rangka Hari Kesatuan Gerak PKK,” jelasnya.

Menurutnya, gizi bagi seorang anak itu sangat di perlukan sekali untuk mendapatkan kesehatan anak yang baik.

 

 

“Jadi kita berbicara mengenai gizi itu, untuk bagaimana kita bisa memberikan makanan yang bergizi dan berimbang bagi anak-anak kita. Agar anak-anak itu tidak hanya sehat saja. Tetapi, juga mereka bisa lebih cerdas untuk melakukan kehidupan mereka di waktu-waktu yang akan datang,” tuturnya dengan tegas.

 

 

Untuk itu, Magdalena berharap agar Kepala-kepala Kampung bisa memberikan sedikit perhatian bagi Ibu-ibu PKK yang ada di kampung, guna Penyediaan Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMTAS).

 

 

“Oleh karena itu, pemerintahan kampung diharapkan bisa menyisihkan anggaran dari dana kampung untuk kegiatan PKK di kampung. Supaya ibu-ibu PKK yang ada di kampung bisa menyediakan PMTAS bagi anak-anak di Posyandu maupun anak-anak TK/PAUD yang ada di kampung itu sendiri agar anak ini bisa lebih sehat dan cerdas. Karena merekalah generasi penerus masa depan bagi bangsa Indonesia, terlebih khusus di Kabupaten Jayapura,” tukasnya. (Irfan / Harian Pagi Papua)