Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, S.E, M.Si saat membubuhkan tandatangan sebagai wujud komitmen menolak KDRT di Kabupaten Jayapura, yang berlangsung di Lapangan Upacara Gunung Merah, Kantor Bupati Jayapura, Sentani, Kabupaten Jayapura, Jumat (30/11/2018) pagi. (Irfan / HPP)

SENTANI (LINTAS PAPUA) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura meminta kepada seluruh masyarakat di daerah ini untuk menghindari Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Sebab, dampak yang akan di timbulkan dapat menggangu  tatanan kehidupan pribadi dan keluarga untuk waktu yang lama akan mendatangkan ketidakharominsan dalam keluaraga itu sendiri.

“Sebaliknya, yang dapat dilakukan adalah menghadirkan kasih sayang antar sesama anggota keluarga. Dengan demikian, kasus-kasus KDRT yang di temui di tengah-tengah masyarakat dapat di hindari,” ujar Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, S.E, M.Si, di Lapangan Upacara Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Jumat (30/11/2018) pagi.

Pernyataan tersebut disampaikan Bupati Mathius saat memberikan arahan pada saat melepas peserta jalan santai dalam rangka memperingati 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan, yang diselenggarakan oleh DPPPA Kabupaten Jayapura dan Korpri Kabupaten Jayapura.

Bupati Mathius menjelaskan, pihaknya sedang berupaya untuk menjadikan Kabupaten Jayapura sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA). Sehingga perhatian terhadap perlindungan anak dapat menjadi perhatian semua pihak di daerah ini.

Dirinya juga menegaskan, semua Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintahan Kabupaten Jayapura turut memberikan dukungan kepada upaya menghilangkan kasus-kasus KDRT. ASN dapat menjadi panutan bagi masyarakat umum demi terciptanya KLA, yang salah satunya adalah bebas KDRT.

“Ke depan, kita semua dapat memiliki komitmen untuk menghindari diri dari perilaku yang beresiko terjadinya KDRT. Sebab, untuk memerangi KDRT harus di mulai dari diri sendiri, keluarga dan masyarakat pada umumnya,” tukas Mathius Awoitauw.

Sementara itu di tempat yang sama, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kabupaten Jayapura, Dra. Maria Bano menuturkan, pihaknya sampai dengan saat ini masih menemukan terjadinya kasus-kasus KDRT.

Dijelaskan Maria Bano, para pelaku KDRT bukan saja dari kalangan masyarakat saja. Tetapi, juga dari kalangan ASN. Untuk itu, pihaknya selaku OPD tekhnis ke depan terus akan berjuang bersama para pihak berkompeten lainnya untuk memerangi KDRT.

“Kami telah bekerja sama dengan sejumlah pihak, seperti pihak kepolisian  untuk penanganan kasus-kasus KDRT. Jika kasusnya ringan, maka itu bisa di selesaikan dengan arah pendampingan. Tetapi jika kasusnya berat, maka tentu dapat berurusan dengan Kepolisian berdasarkan UU PKDRT,” tegasnya.

Selain itu Maria Bano menambahkan, semua pihak termasuk Dinas yang dipimpinnya itu ikut bertanggungjawab melawan KDRT. Karena, Kabupaten Jayapura sedang menuju Kabupaten Layak Anak (KLA) serta program seribu (1000) hari pertama kehidupan. (Irfan / Harian Pagi Papua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here