SAR Jayapura Gelar Latihan Pencarian dan Pertolongan Daerah

0
530
Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Jayapura menggelar Latihan Pencarian dan Pertolongan Daerah dan Uji Pelaksanaan Operasi Pencarian dan Pertolongan Tahun 2018, Kamis (29/11/2018) Latihan SAR Daerah (Latsarda) dan Uji Pelaksanaan Operasi SAR memprioritaskan kecelakaan pesawat udara bagi potensi SAR di Jayapura, Provinsi Papua. (Irfan / HPP)

SENTANI (LINTAS PAPUA)  –   Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Jayapura menggelar Latihan Pencarian dan Pertolongan Daerah dan Uji Pelaksanaan Operasi Pencarian dan Pertolongan Tahun 2018, Kamis (29/11/2018)

Latihan SAR Daerah (Latsarda) dan Uji Pelaksanaan Operasi SAR memprioritaskan kecelakaan pesawat udara bagi potensi SAR di Jayapura, Provinsi Papua.

Kegiatan Latsarda dan Uji Pelaksanaan Operasi SAR ini dibuka secara resmi oleh Kasubdit Dukungan Operasi Nur Yahya, didampingi Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Jayapura Putu Arga Sujarwadi.

 

Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Marsekal Madya TNI M. Syaugi, S.Sos, M.M., dalam sambutan pembukaannya yang dibacakan Kasubdit Dukungan Operasi Nur Yahya menyampaikan, pihaknya menyambut baik atas dipilihnya kecelakaan pesawat udara sebagai prioritas dalam penyelenggaraan Latsarda dan Uji Pelaksanaan Operasi SAR kali ini.

Caption foto :  Suasana Pebukaan Kegiatan Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Jayapura menggelar Latihan Pencarian dan Pertolongan Daerah dan Uji Pelaksanaan Operasi Pencarian dan Pertolongan Tahun 2018, Kamis (29/11/2018).  Latihan SAR Daerah (Latsarda) dan Uji Pelaksanaan Operasi SAR memprioritaskan kecelakaan pesawat udara bagi potensi SAR di Jayapura, Provinsi Papua. (Irfan / HPP)

Latihan SAR Daerah dan juga Uji Pelaksanaan Operasi SAR di Provinsi Papua, khususnya di Jayapura ini merupakan salah satu prioritas Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan, untuk berlatih secara terpadu tentang penanganan operasi SAR di wilayah Jayapura.

 

“Jadi, pencarian dan pertolongan (SAR) merupakan tugas bersama yang harus dilaksanakan secara terpadu dan terkoordinasi. Sehingga tujuan misi SAR untuk menyelamatkan jiwa semaksimal mungkin dapat tercapai,” katanya.

 

Lanjut ia mengatakan, semakin luas tugas yang menjadi beban Basarnas dan juga semakin besarnya tuntutan masyarakat akan keberhasilan operasi pencarian dan penyelamatan.

 

Basarnas, kata dia, awalnya hanya memiliki tugas dan fungsi terhadap kecelakaan kapal dan juga pesawat udara itu mendapatkan tambahan pelayanan SAR terhadap bencana dan kondisi membahayakan manusia.

 

“Dalam menyikapi tuntutan pelayanan SAR yang semakin tinggi, maka Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS) berupaya untuk membenahi diri  dari waktu kewaktu sesuai dengan perkembangan yang terjadi,” katanya.

 

Pembenahan-pembenahan yang perlu dikembangkan adalah empat (4) pilar pokok penunjang operasi SAR, yang meliputi peningkatan kompetensi atau kemampuan personil, peningkatan sarana dan prasana SAR, koordinasi yang mantap dengan potensi SAR serta manajemen operasi SAR yang efektif.

 

Semua itu dilakukan dalam upaya mempercepat response time, sehingga diharapkan korban kecelakaan dan bencana serta kondisi membahayakan manusia lebih banyak terselamatkan.

 

Untuk mewujudkan cita-cita mulia tersebut, ia mengatakan, Basarnas melalui Kantor SAR Jayapura tidak dapat bekerja sendiri, mengingat terbatasnya kemampuan dan juga sumberdaya yang dimilikinya. Untuk itu, koordinasi dan juga kerjasama dengan seluruh instansi maupun organisasi berpotensi SAR di wilayah Jayapura sangat diperlukan

 

Ia memaparkan, dengan dasar itulah Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan membuat program ini, yang bertujuan untuk memelihara dan meningkatkan kemampuan koordinasi dan operasional SAR, jika sewaktu-waktu diperlukan dalam operasi SAR sesungguhnya.

“Dalam program latihan SAR daerah dan juga uji pelaksanaan operasi SAR kali ini, kita akan berlatih bagaimana menyelenggarakan operasi SAR yang benar. Serta teknik-teknik pencarian yang akan dilaksanakan nantinya. Kita juga akan belajar bagaimana membuat perencanaan operasi SAR secara gabungan bersama potensi SAR, kemudian mengkoordinasikan dan melaksanakan operasi SAR berdasarkan perencanaan yang telah dibuat oleh SAR Mission Coordinator (SMC),” paparnya.

 

“Nanti yang bertidak sebagai SMC akan langsung berperan sebagai perencana dan juga pengendali operasi SAR,” tambahnya dengan singkat.

Ia berharap, dengan adanya pelatihan ini akan menambah pengetahuan, serta meningkatkan kemampuan koordinasi dan operasional SAR bagi potensi di daerah ini dalam melaksanakan operasi SAR pencarian dan penyelamatan terhadap korban kecelakaan pesawat udara.

“Saya sangat berharap agar saudara saat mengikuti latihan ini dapat dengan sungguh-sungguh dan mengambil manfaat dari kegiatan ini dengan tanpa mengabaikan keselamatan diri,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Kantor SAR Jayapura, Putu Arga Sujarwadi mengatakan kegiatan latihan SAR daerah dan uji pelaksanaan operasi SAR di Jayapura dengan prioritas latihan kecelakaan pesawat udara ini diikuti 40 orang potensi SAR terdiri dari unsur TNI, AD, TNI AU, TNI AL, Polri baik itu anggota Brimob dan Polairud, serta perusahaan penerbangan dan anggota Rapi. (Irfan / Harian Pagi Papua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here