JAYAPURA  ( LINTAS PAPUA) – Gubernur Papua, Lukas Enembe, S.IP, MH.,  menilai perlu ada pemeliharaan venue pasca digulirkannya Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2020 di Bumi Cenderawasih.

“Artinya, jangan sampai pembangunan venue yang sudah ada ini kemudian menjadi rusak karena tidak terkelola dengan baik,” ujar Gubernur Lukas Enembe,  dalam sambutan tertulis yang dibacakan Staf Ahli Gubernur, Anni Rumbiak, pada Seminar Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah di Jayapura, Kamis (22/11/2018).

Ia mengingatkan organisasi perangkat daerah (OPD) untuk memikirkan langkah-langkah strategis dalam upaya memelihara venue pasca PON XX tahun 2020.

Sebab dengan diterbitkannya Permendagri Nomor 61 Tahun 2007 tentang Pedoman Layanan Umum Daerah (BLUD), mengharuskan agar manajemen aset keolahragaan, wajib menganut kepada Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah (PPK-PLUD).

Sehingga demikian, menjadi suatu tantangan bagi pemerintah provinsi dan kabupaten/kota untuk bisa melakukan pemeliharaan venue pasca PON XX dan Peparnas XVI.

“Hal demikian berarti venue olahraga yang sudah dibangun dan direnovasi perlu dipikirkan langkah strategis. Untuk selanjutnya mendapatkan dana pemerliharaan yang tidak mudah serta tak murah serta. Sekaligus tak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, sehingga venue tersebut tetap terawat dengan baik.

“Makanya, saya harap kegiatan seminar Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah ini, dapat memberikan kontribusi yang baik di daerah tentang bagaimana cara mengelola venue olahraga yang baru terbangun dan direnovasi. Sehingga terpelihara dan terawat secara profesional dengan konsep bisnis yang sehat guna menjadi suatu kawasan sport industri berdampak pada peningkatan ekonomi daerah,” kata dia.

Sementara itu, Asisten Bidang Umum Setda Papua, Elysa Auri kepada pers menyampaikan hal senada. Dia berharap pemeliharaan venue bisa dilaksanakan secara baik dan maksimal oleh pihak-pihak terkait, lebih khusus pemerintah daerah.

“Sebab sangat disayangkan bila aset milyaran rupiah yang sudah dibangun itu kemudian menjadi terbengkalai dan tidak difugsikan sebagaimana mestinya”.

“Untuk itu, perlu ada upaya pemeliharaan pada setiap venue yang ada, supaya semua aset pemerintah itu bisa difungsikan sebagaimana mestinya untuk keperluan yang lebih baik di masa mendatang,” harapnya. (Koran Harian Pagi Papua)