SENTANI (LINTAS  PAPUA) – Kabupaten Jayapura mencanangkan Distrik Sentani Barat Moi, sebagai Sentral Agrowisata karena memiliki beragam tanaman hortikultura berupa buah rambutan, jeruk, langsat dan juga matoa cukup banyak.

 

Pencanangan Distrik Sentani Barat Moi sebagai sentral agrowisata itu dilakukan pada Minggu (18/11/2018) pagi pekan lalu yang ditandai dengan penanaman sejumlah bibit pohon buah-buahan seperti rambutan, jeruk, matoa, papaya, dukuh dan langsat secara langsung oleh Bupati Jayapura Mathius Awoitauw bersama sejumlah Kepala OPD di lingkup Pemkab Jayapura dan masyarakat setempat.

 

Pencanangan tersebut bertujuan meningkatkan ekonomi dan juga pendapatan masyarakat serta meningkatkan sektor pariwisata.

 

“Peluang bisnis, ekonomi serta pariwisata di setiap kampong maupun distrik itu sudah harus dipikirkan oleh masyarakat di Distrik Sentani Barat Moi. Karena pembangunan yang kita lakukan saat ini sebenarnya tidak menunggu apa yang harus disampaikan oleh masyarakat,” kata Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, S.E., M.Si, dalam sambutannya pada pencanangan Distrik Sentani Barat Moi sebgai Sentral Agrowisata, Minggu (18/11/2018) pagi pekan lalu.

 

Sebab itu guna menjadikan suatu kawasan sebagai sentral Agrowisata, ia mengatakan, peluang-peluang yang ada ini harus dimaksimalkan dengan baik oleh masyarakat itu sendiri, khususnya masyarakat adat.

 

“Hal terpenting yang saya tekankan disini adalah proses pemetaan wilayah adat yang saat ini sedang dilakukan oleh tim gugus tugas. Kepastian hukum atas tanah yang disertifikasi harus dimiliki oleh masyarakat untuk memudahkan segala sesuatu di atas tanahnya,” terangnya.

 

Ia mengatakan, ketika masyarakat sudah memiliki sertifikat atas tanah mereka, maka ada nilai dan harga yang bisa menjadi jaminan hidup mereka.

 

Kemudian Bupati Mathius juga meminta agar tanah tidak lagi diperjualbelikan, tetapi harus dilakukan dengan cara swakelola dalam jumlah yang besar. “Maka itu pasti akan mendatangkan keuntungan yang besar pula,” ujarnya.

 

Selanjutnya Mathius mengungkapkan, pemerintah baik di tingkat Distrik maupun Kampung harus mengambil peran penting untuk mewujudkan keinginan masyarakatnya. “Jangan lagi ada pihak dari luar yang mengintervensi masyarakat untuk pekerjaan besar ini. Apalagi ada tawar menawar dan penjualan tanah atas hak ulayat,” pungkas Mathius Awoitauw dengan nada tegas. (Irfan / LintasPapua.com )