Asisten Bidang Umum Setda Provinsi Papua Elysa Auri, di Jayapura, Senin, mengatakan untuk keselamatan bersama, aktivitas kantor tidak bisa berjalan sebagaimana biasanya. Tampak saat berdiri didepan police line pada pintu masuk utama kantor Gubernur Papua. (Berti Pahabol / LintasPapua.com)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)¬† –¬† Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua menyatakan aktivitas dan pelayanan publik di Kompleks Kantor Gubernur Dok II Jayapura pascaterbakarnya Gedung Sasana Krida pada Minggu (11/11) terganggu atau tidak bisa berjalan sebagaimana mestinya.

Asisten Bidang Umum Setda Provinsi Papua Elysa Auri, di Jayapura, Senin, mengatakan untuk keselamatan bersama, aktivitas kantor tidak bisa berjalan sebagaimana biasanya.

“Minggu malam (11/11) saya sudah melapor kepada Gubernur dan Sekda Papua untuk terhentinya aktivitas di Kompleks Perkantoran Dok II Jayapura karena masih ada dugaan tentang kebakaran tersebut akibat arus pendek,” katanya.

Menurut Elysa, untuk itu, pada Minggu malam (11/11) pihaknya meminta agar listrik tidak dinyalakan karena biasanya penggunaan listrik besar ketika malam sehingga jangan sampai terjadi konsleting lagi.

“Jadi kami minta PLN memadamkan listrik khusus di area Kantor Gubernur Dok II Jayapura, sembari tim forensik dari Makasar melakukan investigasi dibantu oleh Polda Papua,” ujarnya.

Dia menjelaskan,  setelah tim forensik tersebut melakukan investigasi, barulah pihaknya meminta PLN untuk mengecek dan mencari tahu titik atau lokasi dugaan terjadi konsleting listrik lalu diputuskan, agar tempat yang lain bisa dinyalakan.

“Kami sudah berkoordinasi dengan PLN sehingga siang ini juga memeriksa gardu listrik di sekitar Kantor Gubernur Dok II Jayapura,” katanya lagi.

 

Dia menambahkan setelah gardunya diperiksa, PLN diminta untuk memutuskan aliran listrik yang terhubung ke Sasana Krida agar dapat menyalakan listrik di area lainnya, sehingga pelayanan publik dan aktivitas pemerintah dapat berjalan sebagaimana mestinya. (Berti Pahabol / LintasPapua.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here