70 Guru SD Ikut Pelatihan Bangun Masa Depan Anak Papua

0
47
Yayasan Insan Papua Cendekia (IPC) menggelar lokakarya bagi 70 guru Sekolah Dasar (SD) yang terseleksi dari Kota Jayapura dan Kabupaten Jayawijaya , guna memberikan pembekalan konsep dan ketrampilan mengajar Matematika yang menyenangkan dan mudah diaplikasikan di sekolah masing-masing. Lokakarya guru mata pelajaran Matematika ini berlangsung di Grand Abe Hotel, Distrik Abepura selama dua hari penuh mulai Jumat (9/11) hingga Sabtu (10/11) dan dibuka secara resmi oleh Walikota Jayapura, Dr.Drs Benhur Tomi Mano,MM didamping Kepala Dinas Pendidikan Kota Jayapura, Dr. Drs. Fachrudin Pasolo, M.Si dan Pembina Yayasan IPC, Dr.Ir Apolo Safanpo, ST. MT. Lokakarya bagi para guru SD Kota Jayapura dan Kabupaten Jayawijaya ini didukung penuh oleh PT Freeport Indonesia (PTFI), Bank Papua, Waskita , Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dan Bank Mandiri. (Fransisca / LintasPapua.com)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  – Insan Papua Cendekia adalah yayasan pendidikan di Jayapura di bentuk dengan cita-cita luhur turut berkontribusi memajukan pendidikan di tanah Papua mengandeng berbagai pihak seperti Pemerintah Kota Jayapura, PT Freeport, Bank Papua, Waskita, LPS dan Bank Mandiri untuk melaksanakan pelatihan bertemakan “ anak Papua menuju masa depan yang mandiri dan sejahtera”, Jumat (9/11/2018)

 

Kegiatan ini diikuti  70 orang  guru SD negri dan swasta di Kota Jayapura dan Kabupaten Jayawijaya, dengan pemateri Dr. Abdur Rahman As’ Ari M.Pd, MA,H. Ahli matematika dari Universitas Negri Malang, di hotel Grand Abe Hotel Jayapura.

Koordinator Bidang Studi S2 dan S3, Universitas Negri Malang, Dr. Abdur Rahman, As’ Ari M.Pd, MA,H. (Fransisca/lintaspapua.com)

Ketua Yayasan Insan Papua Cendekia (IPC),  Dara Retno Wulan menjelaskan, bahwa  Inti materi adalah Memberikan gambaran kepada guru bagaimana pendidikan di abad 21 yang bisa di harapkan dapat menjadi pendidikan di abad 21 yang mampu Menyiapkan anak-anak mampu menghadapi abad 21.

 

 

 

“Di dalamnya kita masukan Konsep atau kemampuan matematika, yang mengasah kita berpikir kritis, kreatif dan logis,sebagai bekal untuk mencapai bekal pengetahuan,” jelasnya.

 

Kenapa kita pilih matematika ?, katanya, karena secara pedagogik guru SD jarang menjadi guru matematika. Guru kelas memang mengasuh semua mata pelajaran. Dimana secara konsep biasanya memang kurang kuat.

Ketua Yayasan Insan Papua Cendekia (IPC), Dara Retno Wulan, saat diwawancara. (Fransisca/lintaspapua.com)

“Karena secara pedagogis bukan dari pendidikan matematika.Kalau lihat survei secara nasional hanya dua anak yang bisa,”

 

“Sekitar 20 persen berkemampuan sedang. selebihnya kurang. Melalui pelatihan ini, guru mengajak anak-anak ini bisa menguasai mata pelajaran ini dengan baik, menunuju abad 21 dengan kecanggihan teknologi, pasar internasional,’  katanya.

 

Harapan IPC memotivasi guru supaya mereka bisa termotivasi untuk bisa mengajar matematika lebih baik, mengajak anak untuk bisa belajar matematika.

Manager Corporate Communication PTFI, Kerry Yarangga, selaku keynote speaker merasa harus mendukung Program pendidikan pada anak dengan nyaman, menciptakan generasi berpikir . (Fransisca / LintasPapua.com)

Sementara itu, Manager Corporate Communication PTFI, Kerry Yarangga, selaku keynote speaker merasa harus mendukung Program pendidikan pada anak dengan aman, menciptakan generasi berpikir

 

“Kenapa kami mau bekerjasama dengan IPC Program Yang melatih para guru sekolah dasar, khususnya guru Bidang matematika. Penting sekali matematika ini di sukai anak sekolah dasar, kemampuan ini sudah di mulai dari sejak dini.kami mendukung karena targetnya guru sekolah dasar karena memberikan kompetensi matematika pada anak.” Katanya.

 

Sementara itu, Koordinator Bidang Studi S2 dan S3, Universitas Negri Malang, Dr. Abdur Rahman,  As’ Ari M.Pd, MA,H. Menyampaikan pentingnya membuat para siswa nyaman dalam belajar Matematika.

 

“Semua anak itu punya potensi belajar matematika, nyaman belajarnya, enak memahami, atitude and perseption, membuat anak nyaman belajar adalah gerbang awal belajar matematika dengan baik, semua tergantung pada gurunya,”  pungkasnya. (Fransisca/lintaspapua.com)