Tiga Tahun Terakhir Tren Penggangguran Terbuka Terus Menurun

0
22
Ilustrasi pencari kerja.(dok balkot.com)

JAKARTA (LINTAS PAPUA)  – Pertumbuhan sektor manufaktur, pariwisata dan makanan-minuman mampu menyerap 60% dari total angkatan kerja nasional dalam lima tahun terakhir. Hal ini turut berkontribusi atas tren penurunan pengangguran terbuka.

 

“Secara keseluruhan tren tingkat pengangguran terbuka (TPT) selalu menurun. Pada tahun 2015 jumlah TPT sebesar 7,31% pada tahun 2018 6,45%. Secara keseluruhan trennya tetap positif. Pertumbuhan sektor manufaktur, pariwisata, makanan dan minuman ini cukup berkontribusi menyerap tenaga kerja,” ungkap Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri.

 

Demikian disampaikan Menaker Hanif Dhakiri dalam Diskusi Media Forum Merdeka Barat (FMB) 9 dengan tema “Pengurangan Pengangguran”, bertempat di Ruang Benny S Muljana, Gedung Saleh Alif, Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta, Kamis (8/11/2018).

 

Dari total jumlah penyerapan angkatan kerja baru di era pemerintahan Jokowi dari tahun 2015-2018 sekitar 9,6 juta orang, industri pengolahan menyerap 24%,52, retail besar, kecil dan reparasi motor 11,1%, administrasi pemerintahan/jaminan sosial 10,9%, konstruksi 10,88%, kegiatan jasa 7% dan akomodasi/kuliner/rekreasi 4%.

 

“Kalau bicara pengangguran kita harus katakan capaian yang ada belum sepenuhnya yang kita harapkan. Namun kita harus jujur melihat trennya, pengangguran terus menurun,” jelas Menaker.

 

Hanif memaparkan sejak tahun 2015, angka pengangguran terbuka tercatat 6,28%, lalu turun lagi 5,61% pada tahun 2016, lalu 5,50% di tahun 2017, dan sampai Agustus 2018 mencapai 5,34%.

 

“Trennya terus menurun setiap tahun. Ini adalah tahun angka pengangguran paling rendah,” ulas Menteri Hanif.

Kenapa data pengangguran terbuka meningkat? Diakui Menaker pengangguran di pedesaan mengalami peningkatan sekitar 0,03%. Salah satu faktornya adalah banyak angkatan kerja baru bekerja secara informal di sektor pertanian. Begitu musim panen selesai maka mereka menganggur lagi.

Meski demikian, Menaker Hanif, optimistis dengan adanya program dari Kemendes PDTT terkait program Dana Desa yang di dalamnya ada Program Padat Karya membuka peluang kesempatan kerja di desa. “Jadi situasi naiknya pengangguran di desa menurut saya sifatnya tidak permanen. Saat masa panen datang dan harga komoditas meningkat maka pengangguran ini otomatis akan turun,” papar Hanif Dhakiri.

 

Tingkat pengangguran terbuka berbasis pendidikan yang paling besarkontribusinya adalah dari lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), sekitar 11,24%. Dari semua kategori pendidikan trennya positif. Pada tahun 2015 sumbangan lulusan SMK ke pasar tenaga kerja sebanyak 12,65%, tahun 2016 mencapai 11,11%. Tahun 2017 naik lagi menjadi 11,41, dari tahun 2017 ke 2018 menjadi 11,24%.

“Sebenarnya ini positif. Kita harus melihat secara optimistis. Jadi Kemendikbud tentu memiliki banyak pekerjaan, namun trennya sudah benarlah. tinggal bagaimana meningkatkan skill dan menambah kesempatan kerja,” tukasnya.

 

Turut hadir sebagai narasumber dalam FMB 9 kali ini antara lain Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, Menaker Hanif Dhakiri, dan Mendikbud Muhadjir Effendy.

 

Kegiatan FMB 9 juga bisa diikuti secara langsung di: www.fmb9.id, FMB9ID (Twitter), FMB9.ID (Instagram), FMB9.ID (Facebook), dan FMB9ID (Youtube). (*)