Recky Ambrauw : PON XX 2020 Papua Butuh 1000 Armada Transportasi

0
63
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Papua, Recky D. Ambrauw, saat diwawancara di Jayapura, Rabu (24/10/2018). (Berti Pahabol / LintasPapua.com)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  –  Untuk mensukseskan pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2020 di Bumi Cenderawasih, Dinas Perhubungan mengumumkan kebutuhan armada transportasi darat, sebanyak 1.000  unit.

Hal demikian disampaikan Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Papua, Recky Ambrauw, lewat sambungan telepon kepada harian ini, kemarin.

Mimika Sport Complex di Kabupaten Mimika. (ISTIMEWA)

Menurut dia, seribu armada tersebut sebagaimana hasil pendataan kebutuhan kendaraan operasional di lima klaster penyelenggaraan PON, yakni Kota/Kabupaten Jayapura, Mimika, Merauke, Jayawijaya dan Biak.

 

“Sudah dipastikan kebutuhan kendaraan yang kita butuhkan sekitar 100 unit armada. Kebutuhan ini juga sudah kami rapatkan dan koordinasikan bersama Dirjen Transportasi Angkutan Darat dan Moda Kementerian Perhubungan,” katanya.

“Bahkan kita sudah mendapat respon dengan demikian diharapkan kebutuhan armada itu bisa terpenuhi sesegera mungkin,” terang dia.

Menurut dia, dalam pertemuan dengan pihak kementerian perhubungan, terungkap bahwa mereka sangat mendukung pelaksanaan PON di Papua. Bahkan selama ini sementara menunggu Pemprov Papua memberi masukan.

Untuk itu, Dirjen Transportasi atau Angkutan Darat dan Moda dalam waktu dekat bakal membentuk tim untuk turun ke Papua. Tim ini akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubugan dalam rangka kebutuhan transportasi darat guna mendukung penyelenggaraan PON Papua.

Stadion Papua Bangkit, Stadion yang berada di Kampung Harapan, Sentani, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Papua. Stadion baru ini akan difasilitasi dan dianggap keren karena mengadopsi langgam arsitektur lokal. (ISTIMEWA)

Tak sampai disitu, tim ini akan memastikan operasional layanan angkutan PON berjalan sebagaimana mestinya.

“Sebab mereka sudah berkomitmen akan membantu Papua mensukseskan PON di bumi cenderawasih,” ucapnya.

Dia tambahkan, selain masalah armada, yang menjadi perhatian instansinya saat pelaksanaan PON adalah kemacetan saat iven empat tahunan itu digelar. Oleh karenanya, Kementerian Perhubungan teah memastikan akan membantu Dinas Perhubugan dalam pengaturan rekayasa lalu lintas, di lima klaster penyelenggaran PON.

“Sebab memang masalah kemacetan ini akan sangat mengganggu bila tidak da penanganan. Untuk itu, kita mengapresiasi Kementerian Perhubungan yang telah menyatakan kesiapan membantu pelaksanaan PON di Papua,” pungkasnya. (Koran Harian Pagi Papua)