Freeport Hadirkan Motivasi dan Pengalaman Berkarya Bersama Masyarakat Dalam Lokakarya Guru

0
36
Masyarakat Kampung Banti disekitar areal PT. Freeport. Ikut menerima manfaat pelayanan dari Freeport melalui LPMAK (http://ptfi.co.id/id)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  – PT Freeport Indonesia (PTFI) melalui Manager Corporate Communication (Corcom), Bapak Kerry Yarangga  akan tampil di tengah para peserta lokakarya untuk memberikan motivasi sekaligus berbagi pengalaman salah satu  perusahaan tambang tembaga, perak dan emas terbesar di Dunia ini dalam berkarya bersama dan untuk kesejahteraan masyarakat di Tanah Papua tercinta.

“Kita tidak boleh membiarkan anak-anak di Papua  takut belajar Matematika  karena dianggap  sebagai sebuah mata pelajaran yang sangat sulit, menakutkan  dan membosankan,  padahal  Matematika itu sendiri  harus dapat diajarkan  para guru dan dipelajari  peserta didik dengan mudah dan menyenangkan,”  ujar Pembina Yayasan IPC, Dr. Ir. Apolo Safanpo, ST. MT., saat dikonfirmasi, Jumat (9/11/2018).

Pihaknya berharap, Yayasan IPC terus menjalin kerjasama dengan para sponsor  yang tersebut ini untuk kegiatan pelatihan selanjutrnya di berbagai wilayah di tanah Papua  dengan fokus pada pelajaran Matematika.

Rektor Universitas Cenderawasih, Dr Ir Apolo Safanpo, ST, MT., (Eveerth Joumilena /LintasPapua.com)

Pembina Yayasan IPC, Dr. Ir. Apolo Safanpo, ST. MT mengatakan, pihaknya menggelar pelatihan selama dua hari bagi para guru SD itu bertujuan membuka wawasan dan memberikan pembekalan kepada para guru SD dalam pelajaran Matematika. Pembekalan yang dimaksud adalah pembekalan konsep dan ketrampilan mengajar.

“Pelatihan ini didesain dengan penyajian konsep dasar Matematika yang sederhana sehingga mudah dipahami. Para peserta dibekali dengan metode-metode pengajaran yang mudah untuk diaplikasikan di sekolah masing-masing. Kegiatan pelatihan ini juga dilaksanakan dengan metode active learning sehingga peserta merasakan pelatihan sebagai pengalaman penuh makna,” katanya.

Lokakarya bagi para guru SD Kota Jayapura dan Kabupaten Jayawijaya ini didukung penuh oleh PT Freeport Indonesia (PTFI), Bank Papua, Waskita , Lembaga Penjamin Simpanan  (LPS) dan  Bank Mandiri.

 

“Dukungan penuh dari para sponsor yang kami sebutkan ini merupakan bukti nyata betapa pedulinya para sponsor ini terhadap kemajuan pendidikan anak-anak Papua demi masa depan Papua dan Indonesia yang sejahtera dan berkeadilan,” kata Aplo Safanpo.

Yayasan Insan Papua Cendekia Gelar Lokakarya  Guru Matematika

Yayasan Insan Papua Cendekia (IPC)  menggelar lokakarya bagi 70  guru Sekolah Dasar (SD) yang terseleksi  dari Kota Jayapura dan Kabupaten Jayawijaya  guna memberikan pembekalan konsep dan ketrampilan mengajar  Matematika yang menyenangkan dan mudah diaplikasikan di sekolah masing-masing.

Lokakarya  guru mata pelajaran Matematika ini berlangsung  di Grand Abe Hotel, Distrik Abepura selama dua hari  penuh mulai Jumat (9/11) hingga Sabtu (10/11) dan menurut rencana  dibuka secara resmi  oleh Walikota  Jayapura, Dr.Drs Benhur Tomi  Mano,MM  didamping Kepala Dinas Pendidikan  Kota Jayapura, Dr. Drs. Fachrudin Pasolo, M.Si dan Pembina Yayasan IPC, Dr.Ir Apolo Safanpo, ST. MT .

“Pengurus Yayasan IPC dan Panitia lokakarya telah mengulurkan tangan kerjasama dengan Pemerintah Kota Jayapura dalam hal ini Dinas Pendidikan Kota Jayapura untuk menggelar lokakarya mengajar Matematika yang menyenangkan bagi  para guru Sekolah Dasar.  Panitia juga telah beraudiensi dengan Bapak Walikota Jayapura dan pada prinsipnya, Pemerintah Kota memberikan dukungan penuh atas kegiatan yang sangat bermanfaat dan terbilang langka ini,” kata Kepala Dinas Pendidikan kota Jayapura,  Fachrudin Pasolo di Jayapura, Selasa.

Dia mengatakan, salah satu bukti dukungan Pemerintah Kota atas terselenggaranya kegiatan yang sangat bermanfaat bagi anak-anak Papua  ini adalah bahwa Dinas Pendidikan mengirimkan  Surat yang ditujukan ke sekolah-sekolah terpilih untuk menugaskan guru yang mengajar Kelas Besar guna mengikuti  lokakarya ini.

Kadis Pendidikan Kota Jayapura ini mengakui bahwa lokakarya yang  secara khusus diikuti para guru SD Kelas Atas yaitu Kelas IV, V dan Kelas VI  untuk mata pelajaran Matematika ini merupakan yang pertama kalinya digelar di Kota Jayapura. Selama ini, banyak yayasan  menggelar  lokakarya secara umum dan begitu banyak materi yang dijejalkan  ke dalam diri  para peserta  sehingga terkesan  tidak fokus pada satu bidang atau materi yang  spesifik seperti ini.

“Kami berikan apresiasi  kepada Yayasan IPC yang fokus pada hanya  satu bidang pengajaran yaitu Matematika. Kami diminta menjadi salah satu pembicara kunci dalam lokakarya ini. Dan kami  sendiri akan mengikuti seluruh acara pelatihan ini sejak  pembukaan  oleh Bapak Walikota Jayapura hingga penutupan dan penyerahan Sertifikat bagi para peserta lokakarya ini. Kami ingin, melalui para guru byang bhandal,  semua anak Papua maju dalam belajar termasuk cerdas dalam Matematika,” katanya.

Salah satu Pendiri  sekaligus Ketua Yayasan IPC,  Dara Retno Wulan, S.Pd mengatakan, pelatihan guru  mata pelajaran Matematika  yang digelar Yayasan IPC ini bertemakan “Guru Handal, Mengantarkan Anak Papua Menuju Masa Depan Yang Mandiri dan Sejahtera “  ini akan dipandu  Dr Abdur Rahman As’ari, M.Pd, MA,H yang adalah Koordinator Bidang Studi S2 dan S3 Universitas Negeri Malang. Beliau pakar dalam bidang teknik mengajar Matematika.

Retno menjelaskan, guru mempunyai tanggungjawab besar dalam pendidikan anak. Pendidikan yang didesain oleh guru saat ini,  haruslah berorientasi pada kebutuhan peserta didik di masa depan. Berbagai tantangan di masa depan menuntut seseorang berpikir logis, kritis dan komunikatif. Kemampuan berpikir tersebut adalah ketrampilan yang diasah pada mata pelajaran Matematika. Dengan demikian, kompetensi guru mengajar Matematika perlu terus ditingkatkan sehingga mereka mampu menyiapkan anak-anak Papua menghadapi masa depan yang mandiri dan sejahtera.

“Dari pengamatan yang  kami lakukan di beberapa Sekolah Dasar di Kota Jayapura, seperti di SD Inpres Kampung Tiba-Tiba Distrik Abepura, motivasi guru mengajar Matematika sangatlah tinggi. Guru-guru berupaya keras agar peserta didik memahami materi Matematika yang diajarkan. Namun kompetensi yang ada saat ini, belum dapat membuat pengajaran  yang maksimal karena itu perlu dikembangkan guna mencapai pengajaran yang maksimal,” katanya.

Kompetensi pengajaran yang dimaksud adalah kemampuan guru memahami konsep, ketrampilan mendisain pengajaran bermakna dan ketrampilan mengasah kemampuan berpikir logis, kritis dan komunikatif.

Sebagian besar peserta didik, lanjut Dara Retno Wulan, mengalami kesulitan untuk memahami konsep Matematika. Hal ini mempengaruhi kemampuan peserta didik untuk berpikir logis, kritis dan mengaplikasikannya dalam pemecahan masalah.

Selain itu, lanjutnya  kreativitas guru untuk mengasah peserta didik menjadi pribadi yang mandiri, kreatif, berwawasan wirausaha juga masih perlu dikembangkan. Ketrampilan tersebut merupakan bekal menuju masa depan yang mandiri dan sejahtera. (Eveerth Joumilena)