Ratusan Orang Terkena Tilang di Sentani Akibat Tak Miliki Kelengkapan Surat Kendaraan

0
37

SENTANI (LINTAS  PAPUA) – Kepolisian Resort (Polres) Jayapura menyatakan selama delapan hari penyelenggaraan Operasi Zebra Matoa 2018, petugas sudah menilang 200 lebih kendaraan pelanggar lalu lintas.

Mulai dari hari pertama hingga sekarang (kedelapan) ini kurang lebih mencapai ratusan kendaraan yang sudah terjaring, ujar Kapolres Jayapura AKBP Victor D. Mackbon, SH, S.IK., MH, M.Si., melalui Kabag Ops Polres Jayapura AKP Roberth Hitipeuw, S.H., M.H., ketika ditanya wartawan harian ini usai pelaksanaan hari kedelapan Operasi Zebra Matoa 2018, di ruas Jalan Sentani tepatnya di Mapolsek Sentani Timur, Kampung Harapan, Kabupaten Jayapura, Selasa (6/11) siang.

Menurutnya, selama delapan (8) hari menggelar Operasi Zebra Matoa 2018, pihaknya telah menilang sekitar ratusan pelanggar. Selama delapan hari Operasi Zebra, pihaknya juga menyita sejumlah barang bukti dalam proses penindakan tilang berupa Surat Izin Mengemudi (SIM), Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan kendaraan bermotor yang diduga hasil Curanmor.

Hasil penindakan Operasi Zebra selama delapan hari berjumlah 200. Barang bukti yang disita berupa SIM, STNK dan kendaraan bermotor yang diduga hasil curanmor, tutur Kabag Ops AKP Roberth Hitipeuw didampingi Kapolsek Sentani Timur Ipda Heri Wicahya.

Dalam operasi itu, paparnya, polisi kerap menemukan tak sedikit pengendara yang putar balik dan kabur. Adapun alasannya rata-rata takut ditindak dan ditilang karena tak memiliki kelengkapan surat kendaraan seperti SIM dan STNK maupun tidak menggunakan helm.

“Total ada 200 lebih pelanggar yang di tilang. Data ini di ambil dari beberapa wilayah Kabupaten Jayapura,” jelas AKP Roberth Hitipeuw.

Jenis pelanggaran yang dilakukan roda dua paling banyak adalah tidak menggunakan kaca spion, tidak menggunakan helm, tidak membawa SIM dan STNK serta menggunakan plat nomor polisi berbahan mika.

Jenis pelanggaran yang dilakukan roda empat juga ada antara lain tidak menggunakan terpal ketika membawa muatan dan mengangkut barang atau muatan dengan kapasitas berlebih.

Saat pelaksanaan operasi zebra, juga banyak kendaraan roda dua yang berputar arah melawan arus untuk kabur. Kata AKP Roberth Hitipeuw, bahwa seharusnya tak perlu terjadi seperti itu. Karena itu kan berpotensi menyebabkan masalah kecelakaan lalu lintas, kalau hanya melanggar lalu lintas, palingan ditilang saja, jelas AKP Roberth Hitipeuw.

Lanjut kata AKP Roberth Hitipeuw, masyarakat tak perlu takut bila ada operasi yang digelar polisi, daripada melawan arus untuk kabur bisa membuat kecelakaan lalu lintas dan merugikan semua pihak. Adapun jumlah pelanggar paling banyak ditemukan dari pengendara roda dua.

Seharusnya mereka tidak perlu takut, apabila ada operasi yang digelar Polisi. Daripada melawan arus dan kabur bisa membuat kecelakaan lalu lintas dan merugikan banyak pihak, tukas AKP Roberth Hitipeuw. (Irfan / Koran Harian Pagi Papua)