Warga Diminta Tidak Corat – Coret Jembatan Holtekamp

0
596
Gubernur Papua, Lukas Enembe, saat meninjau progres pembangunan Jembatan Holtekamp Jayapura, Jumat sore. (ISTIMEWA /HPP)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  –  Jelang rencana peresmian Jembatan Holtekamp yang diwacanakan pada akhir tahun ini, Gubernur Papua, Lukas Enembe mengimbau, warga agar tak mencorat – coret salah satu ikon kebanggaan masyarakat di Bumi Cenderawasih tersebut, saat resmi beroperasional.

Hal demikian disampaikan Lukas Enembe kepada pers, usai mendampingi salah satu kepala daerah dari Papua Nugini, beberapa waktu lalu.

Menurut dia, jembatan tersebut bakal memberi keuntungan terhadap masyarakat Kota Jayapura dan sekitarnya, lebih khusus dari sisi ekonomi. Pihaknya pun mengharapkan jembatan tersebut, bisa segera beroperasi, agar tingkat kemacetan di Kota Jayapura dapat diminalisasi.

“(Keberadaan jembatan) akan mengendalikan laju perkembangan Kota Jayapura di bagian Barat yang berupa pegunungan dan sangat beresiko merusak hutan sebagai wilayah tangkapan air bagi keberlanjutan Kota Jayapura,” jelas Menteri Basuki, saat meninjau lokasi pembangunan Jembatan Holtekamp, Papua, Sabtu (17/03/2018). (Foto Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR)
Dibangunnya Jembatan Holtekamp, selain memperlancar konektivitas akan mendorong pengembangan wilayah Kota Jayapura ke Timur yakni ke arah Skouw. (Foto Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR)
FOTO BERSAMA DIATAS JEMBATAN HOLTEKAMP. Jembatan sepanjang 732 meter ini berada diatas Teluk Youtefa yang menghubungkan Kota Jayapura dengan Distrik Muara Tami di Provinsi Papua. Nantinya waktu tempuh dari Kota Jayapura menuju perbatasan Skouw lebih cepat dari semula 2,5 jam menjadi 60 menit. (Foto Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR)
Kementerian PUPR mendanai pembangunan jembatan utama, Pemerintah Provinsi Papua mendanai pembangunan jembatan penghubung Arah Holtekamp, dan Pemerintah Kota Jayapura mendanai pembangunan jalan pendekat dan pembebasan lahan. (Foto Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR)
PEMBANGUNAN JEMBATAN HOLTEKAMP. Biaya pembangunan bentang utama jembatan adalah sebesar Rp 943 miliar. yang dikerjakan oleh konsorsium kontraktor PT. PP sebagai pimpinan, PT Hutama Karya dan PT Nindya Karya. (Foto Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR)
Keindahan Kota Port Numbay, tampak jembatan yang kini masih dalam proses pengerjaan antara Hamadi – Holtekamp. (ISTIMEWA)
Jembatan Hamadi Holtekamp sebagai upaya Presiden Jokowi untuk penyeberangan dalam percepatan pembangunan di Papua. (ISTIMEWA)

Panjang bentang tengah adalah 400 meter ditambah jembatan pendekat 332 meter yang terdiri 33 meter pendekat dari arah Hamadi dan 299 meter dari arah Holtekamp sehingga total panjang jembatan keseluruhan 732 meter. Lebar jembatan adalah 21 meter yang terdiri 4 lajur 2 arah dilengkapi median jalan. (Biro Pers Setpres)
Panjang bentang tengah adalah 400 meter ditambah jembatan pendekat 332 meter yang terdiri 33 meter pendekat dari arah Hamadi dan 299 meter dari arah Holtekamp sehingga total panjang jembatan keseluruhan 732 meter. Lebar jembatan adalah 21 meter yang terdiri 4 lajur 2 arah dilengkapi median jalan. (Biro Pers Setpres)
Kementerian PUPR mendanai pembangunan jembatan utama, Pemerintah Provinsi Papua mendanai pembangunan jembatan penghubung Arah Holtekamp, dan Pemerintah Kota Jayapura mendanai pembangunan jalan pendekat dan pembebasan lahan. (Biro Pers Setpres)
Biaya pembangunan mencapai Rp 1,7 triliun dengan konsorsium kontraktor PT Pembangunan Perumahan, PT Hutama Karya dan PT Nindya Karya. (Biro Pers Setpres)
Jembatan ini akan menghubungkan Hamadi, Distrik di Jayapura Selatan dengan Holtekamp, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura. (Biro Pers Setpres)
KEMAJUAN DAN BERKAT BAGI TANAH TABI. Jembatan ini akan menghubungkan Hamadi, Distrik di Jayapura Selatan dengan Holtekamp, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura. (Biro Pers Setpres)

“Sebab memang Kota Jayapura ini sudah sangat macet karena tingkat pertumbuhan jalan tidak sebanding dengan penambahan kendaraan. Makanya perlu cepat diresmikan jembatan (holtekamp) ini. Apalagi kehadirannya sudah pasti akan meningkatkan perekonomian masyarakat pedagang dan daerah ini secara umum,” ucap dia.

Sebelumnya, Wakil Gubernur Papua Klemen Tinal mengingatkan seluruh warga Kota Jayapura dan sekitarnya agar menjaga serta memelihara jembatan itu dengan tidak merusak serta membuat jijik, jorok dan kotor.

“Apalagi sampai buang air sembarangan di sekitar jembatan. Tolong jaga jembatan ini dengan baik. Sebab keberadaan jembatan ini bakal menyambung hidup dan menumbuhkan ekonomi Papua kedepan,” terang Wagub Klemen di Jayapura, pekan lalu.

Klemen juga meminta agar jangan sampai keberadaan jembatan itu, dimanfaatkan oleh oknum-oknum tertentu untuk mendirikan bangunan guna keperluan nerdagang (kios), yang justru merusak (keindahan) bangunan tersebut.

“Kita minta wali kota tertibkan seluruh bangunan yang bakal dibangun disekitar jembatan, khususnya yang tak ada Ijin Mendirikan Bangunan (IMB). Karena sekali lagi jembatan ini wajah Papua. Sebab orang dari luar daerah tidak perlu ke Tolikara untuk tahu Papua. Cukup ke Jayapura, dia bakal merasa sudah ke Papua,”

“Makanya, saya minta jangan ada bangunan yang justru bikin pemandangan sekitar jembatan terlihat jelek. Tulis tiga kali, jangan jorok, jorok, jorok. Sebab kadang-kadang (Pemerintah) Indonesia ini begitu baik, tapi kita tidak menjaga. Sekali lagi saya minta jangan bikin kios di sepanjang jembatan ini. Jangan karena otak dan mata kita mau cari uang, bikin kios lalu bikin keindahan hilang dan rusak,” tegasnya. (Koran Harian Pagi Papua)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here