Papua Bisa Jadi Lumbung Padi Nasional, Luas Panen Januari – September Capai 29.378 hektar

0
723
Daerah Pertanian Sawah di Koya. (Elsye Sanyi /Koran Harian Pagi Papua)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Badasarkan hasil survei Kerangka Sampel Area (KSA), Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua mencatat luas panen padi di Bumi Cenderawasih periode Januari – September 2018 sebesar 29.378 hektar.

Menurut Kepala BPS Papua,  Simon Sapary, luas panen tertinggi terjadi pada bulan April 2018 sebesar 5.575 hektar. Sementara luas panen terendah terjadi pada bulan Januari dengan luas panen sebesar 77 hektar.

“Namun untuk luas panen padi September 2018 sebesar 2.760 ribu hektar, atau mengalami penurunan sebesar 50 persen dibandingkan luas panen bulan sebelumnya (Agustus,red),” terang Sapary.

Ia katakan, selain menghitung luas panen pada saat pengamatan berdasarkan fase tumbuh tanaman padi, survei KSA juga dapat menghitung potensi luas panen hingga tiga bulan kedepan. Dimana dari hasil KSA pengamatan September pula, potensi luar panen pada Oktober, November dan Desember, masing-masing sebesar 1,073 hektar, 389 hektar dan 293 hektar.

“Dengan total luas panen 2018 ada sebesar 31.133 hektar,” terang dia.

Sementara menyoal produksi padi di Papua dari Januari hingga September 2018, total sebesar 123.737 ton Gavah Kering Giling (GKG). Produksi tertinggi terjadi pada April, sebesar 24.942 ton, sementara produksi terendah pada Januari sebesar 308 ton.

“Sementara itu, potensi produksi padi pada Oktober, November dan Desember masing-masing sebesar 4.536 ton, 1.553 ton, dan 892 ton. Dengan demikian, perkiraan total produksi padi 2018 sebesar 130.718 ton,” ucapnya.

Diketahui untuk tiga kabupaten dan kota dengan produksi padi GKG tertinggi, sambung dia, terjadi di Kabupaten Merauke, Kota Jayapura dan Kabupaten Nabire. Dengan produksi masing-masing sebesar 117.115 ton, 5.567 ton dan 3.655 ton.

Produksi padi di Papua pada Januari hingga September 2018 jika dikonversikan menjadi beras dengan angka konversi GKG ke beras tahun 2018, setara dengan 70.290 ton beras. Sementara potensi peoduksi pada Oktober hingga Desember 2018 masing-masing, 2.576 ton, 882 ton dan 507 ton. Dengan demikian, perkiraan total profuksi beras tahun 2018 mencapai 74.255 ton. (Koran Harian Pagi Papua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here