Arry Ronny Deda : Jalan Dalam Kota Sentani Akan Dilebarkan 20 Meter

0
499
Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKP2) Kabupaten Jayapura, Arry Ronny Deda. (Irfan/HPP)

SENTANI (LINTAS  PAPUA) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura melalui Dinas Pertanahan, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DP2KP) saat ini telah melakukan Penyusunan Masterplan dan Detail Engineering Design (DED) Drainase terintegrasi di wilayah Perkotaan Sentani. Dengan mengambil konsep seperti ini, diharapkan menekan potensi tergenangnya air pada badan jalan di sejumlah ruas jalan.

 

Kepala Dinas Pertanahan, Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Jayapura, Arry Ronny D. Deda mengatakan, pihaknya telah mempunyai rencana tata ruang serta sudah ada rencana pengembangan kota. Dalam rencana pengembangan kota itu juga ada pengembangan jalan nasional. Untuk ruas jalan yang ada di Kota Sentani ini akan dilebarkan dan ruas jalan ini harus memenuhi standar sebagai jalan nasional.

 

“Jadi, lebar jalan jika dihitung secara keseluruhan mulai dari badan jalan hingga trotoar dan drainase itu sekitar 20 meter yakni, 10 meter ke kiri dan 10 meter ke kanan dari median jalan,” ujar  Arry Ronny D. Deda ketika ditanya wartawan harian ini usai kegiatan Laporan Akhir Penyusunan Masterplan dan Detail Engineering Design (DED) Drainase Perkotaan Sentani, yang berlangsung di Aula Lantai I Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Jumat (2/11/2018) siang.

 

Dikatakan Arry Deda, pelebaran jalan sekitar 20 meter, baik itu 10 meter ke kiri dan 10 meter ke kanan tersebut nantinya diatur ada bagian untuk drainase dan trotoar.

 

“Nah, ini yang tadi kami lakukan rapat dan merupakan laporan terakhir dari rencana yang sudah berlangsung beberapa bulan yang lalu. Tinggal detail engineering design (DED) ini sudah masuk laporan akhir, berarti ini sudah bisa dipergunakan apabila nanti ada pengembangan jalan. Maka drainase inilah yang akan menjadi contoh di daerah ini,” katanya.

 

Diakui, bahwa itu semua sudah di kaji dan di identifikasi, kenapa kawasan ini dan di kawasan mana saja terjadi banjir di seluruh Kota Sentani ini.

 

“Jadi, kita sudah buat hingga kedepannya itu ada kolam retensi sebagai tempat penampungan air sebelum turun ke danau itu sudah kita saring terlebih dahulu. Tapi, yang sudah kita laksanakan itu baru pembuangan langsung masuk ke danau,” sambung Arry Deda.

 

Arry Deda juga menambahkan, rencana pengembangan jalan dan pembuatan kolam retensi itu akan bersamaan dibuat, namun untuk pembahasan kolam retensi itu akan dipaparkan selanjutnya.

 

“Akan tetapi, saya sudah sampaikan kepada mereka yang melakukan perencanaan pembuatan itu agar sekaligus mereka buat gambaran terkait kolam-kolam retensi tersebut. Bagaimana cara jalannya air agar tidak langsung turun ke danau, tetapi masih bisa tertampung di kolam retensi sebagai penampungan air. Supaya sedimentasi itu tidak menumpuk ke danau, namun bisa dimanfaatkan kembali seperti pasirnya bisa diambil untuk dikelola sebagai PAD,”  jelasnya. (Irfan / Koran Harian Pagi Papua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here