Pemprov Akui Hutan Papua Semakin Berkurang

0
480
Kepala Bappeda Papua, Muhammad Musa’ad, saat berbicara. (ISTIMEWA)

JAYAPURA (LINTAS  PAPUA)  –  Pemerintah Provinsi Papua mengakui, persentase hutan yang ada di bumi cenderawasih akhir-akhir ini mulai berkurang seiring bertambahnya tahun. Hal demikian, berkenan dengan adanya pembukaan lahan baik di bidang perkebunan, kehutanan serta sektor pertambangan.

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Papua,  Muhammad Musa’ad  mengatakan, bhaw ameski komitmen pemerintah daerah dalam mempertahankan hutan sangat tinggi, namun tingkat kerusakan pun mulai meningkat.

Hal demikian tak lain disebab kan oleh kondisi pembangunan saat ini yang sekitar 79 persen diantaranya masih pada aspek ekstraktif.

“Artinya, kita masih bermain pad bagaimana menyiapkan bahan mentah lalu menggantungkan hidup terutama di  bidang sumber daya alam (SDA),” katanya.

“Contohnya pertambangan, lalu kayu dan lainnya. Ini memang kita sadar harus dikurangi dan ditingkatkan pada aspek lain yang berkelanjutan. Supaya apa, tentunya agar tidak mengganggu dan mengancam potensi hutan dan SDA yang harusnya jadi bagian dari penyelamatan kita terhadap potensi daerah,” terang Musa’ad di Jayapura, kemarin.

Dia pun bersyukur bahwa baru-baru ini perijinan pengelolaan hutan maupun pertambangan kini dialihkan kewenangannya dari kabupaten dan kota ke provinsi.

Sebab saat masih dikelola kabupaten dan kota, ekspansi atau pemanfaatan hutan untuk lahan produksi sangat cepat sekali. “Bayangkan, semua wilayah di kapling dan banyak kegiatan yang mengganggu hutan. Mudah-mudahan dengan sekarang perijinan beralih ke provinsi, kita bisa ekstra ketat lagi untuk menjaga (hutan). Sehingga proses untuk perijinan dan sebagainya semakin selektif, agar tidak menimbulkan masalah,” harapnya.

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai tahun akan fokus pada upaya mencegah praktik KKN, pada pemerintahan dan penggunaan uang negara di Provinsi Papua.

Menurut Koordinator Supervisi Pencegahan KPK Wilayah Papua Maruli Tua sejak Desember 2017, KPK mulai fokus ke pada penyelamatan pegelolaan hutan di bumi cenderawasih. Dimana saat ini, Kabupaten Sarmi menjadi wilayah yang cukup diperhatikan karena memiliki potensi kayu yang baik.

Tak sampai disitu, dia menilai penguatan tata kelola hutan, penting untuk dimulai dari segi pencanangan wilayah adat. Dimana untuk Provinsi Papua, dasar hukumnya sudah termuat dalam regulasi yang diterbitkan pusat hingga daerah. (Koran Harian Pagi Papua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here