Caption Foto : Diskusi Nasional tentang Otoritas Masyarakat Adat dan Pembangunan Daerah, yang berlangsung di Grand Allison Hotel, Kota Sentani, Kabupaten Jayapura, Senin (22/10/2018) siang. (Irfan / HPP)

SENTANI (LINTAS PAPUA)   –  Bencana alam gempa bumi dan tsunami yang terjadi di Palu, Sigi dan Donggala, Sulawesi Tengah beberapa waktu lalu itu menarik empati Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura. Sumbangan dana pun disalurkan ke Palu, Sigi dan Donggala guna mengurangi beban penderitaan korban gempa dan tsunami.

 

Demikian disampaikan Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, S.E., M.Si., ketika ditanya wartawan usai menghadiri acara pembukaan Diskusi Nasional tentang Otoritas Masyarakat Adat dan Pembangunan Daerah, yang berlangsung di Grand Allison Hotel, Kota Sentani, Kabupaten Jayapura, Senin (22/10/2018) siang.

 

“Dana yang terkumpul di provinsi itu kan kita yang sumbang, dan semua Kabupaten/Kota yang sumbang. Sehingga menjadi angkanya sekitar (Rp 4 miliar) itu. Kalau dari kita sendiri itu Rp 200 juta. Jadi, seluruh Kabupaten/Kota se-Provinsi Papua itu bervariasi bantuannya ada yang Rp 100 juta, ada yang Rp 150 dan juga ada yang Rp 200 juta,” ujarnya.

 

Menurut Mathius, bantuan dari Pemda Provinsi Papua sendiri, kalau dirinya tidak salah ingat (nanti bisa di cek kembali) itu mereka sumbang Rp 1 miliar.

 

“Yang lain itu sumbangan dari kabupaten/kota. Tapi, di daerah ini ada jalankan sumbangan lain juga oleh masyarakat Kabupaten Jayapura. Ada berbagai komponen masyarakat yang juga ikut menyumbang, untuk bantuan-bantuan lain seperti bahan makanan maupun pakaian layak pakai itu kemarin ada terkumpul jumlahnya sekitar 5 ton yang dikirim ke Palu-Donggala,” tuturnya.

 

Pihak Pemkab Jayapura selain menyalurkan bantuan dana sebesar Rp 200 juta, juga ada partisipasi dari masyarakat di daerah ini memberikan sumbangan logisitik berupa bahan makanan dan pakaian layak pakai yang berjumlah sekitar 5 ton, untuk saudara-saudaranya yang ada di Palu-Donggala, Sulawesi Tengah.

 

“Jadi, kita selain kasih duit. Tapi, juga partisipasi dari masyarakat juga ikut sumbang sesuatu untuk saudara-saudara kita di Palu-Donggala,” imbuhnya.

 

Pihaknya mengaku, berduka sekaligus berempati terhadap bencana alam Gempa Bumi dan Tsunami yang terjadi di Palu, Sigi dan Donggala, Sulawesi Tengah.

 

“Namanya bantuan, ya bantuan seperti itu. Artinya, kita peduli lah terhadap bencana gempa dan tsunami yang menimpa saudara-saudara kita di Palu-Donggala. Kalau di lihat dari jumlahnya mungkin sedikit, yang penting ada perhatian serta kepedulian dari masyarakat Kabupaten Jayapura untuk saudara-saudaranya yang ada disana,” tukas Mathius Awoitauw. (Irfan / Koran Harian Pagi Papua)