SENTANI (LINTAS  PAPUA) – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Jayapura melakukan penyuluhan kesehatan reproduksi dan pelatihan Pengurus Kelompok Informasi Konseling Remaja (PIK-R).

 

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Jayapura, Drs. Derek Timotius Wouw, M.Si, kepada wartawan harian ini usai penyuluhan dan pelatihan PIK-R, Selasa (16/10/2018) kemarin siang di Aula Lantai I Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura itu mengatakan, ada 50 siswa dari beberapa SMA sederajat di Kota Sentani yang mengikuti kegiatan tersebut.

 

Mereka mengikuti Program Generasi Terencana (Genre) mewujudkan generasi sehat dan cerdas tanpa Narkoba.

 

“Remaja inikan sedang menghadapi peralihan dari anak-anak menuju pada tahap dewasa. Maka itu kami dari DPPKB sedang membangun semacam edukasi bagi remaja, untuk mereka mempersiapkan diri ketika masuk dalam usia dewasa,” katanya.

 

Karena itu, kata Derek Wouw, saat mereka berada di usia dewasa itu sudah pasti akan masuk dalam atau melakukan perkawinan (pernikahan). Sehingga mereka harus memahami terlebih dahulu sebelum melangsungkan perkawinan (nikah). Dikarenakan kawin (nikah) itu bukan asal sekedar kawin atau nikah saja. Tapi, mereka harus tau di usia berapa dan kapan waktu yang tepat untuk mereka bisa melangsungkan perkawinan atau pernikahan.

 

“Sebab, dari kasus yang kita dapatkan di tahun 2018 itu ada sekitar 5.324 kasus wanita yang melangsungkan perkawinan (nikah) di bawah umur. Akibat perkawinan di bawah umur ini maka cenderung mereka mengalami kerawanan, baik terhadap kesehatan reproduksi perempuan dan juga terhadap anak. Kemudian mereka akan masuk dalam rawan perceraian serta rawan terhadap KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga),” katanya.

 

“Jadi, kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan ketahanan keluarga menuju keluarga yang berkualitas dan hebat. Makanya DPPKB melaksanakan kegiatan penyuluhan kesehatan reproduksi remaja dan pelatihan PIK-Remaja,” sambung Derek Wouw.

 

Menurutnya, tujuan kegiatan ini agar peserta mengerti, memahami dan berperan dalam pembangunan sebagai generasi muda.

 

“Semuanya dalam mewujudkan generasi sehat dan cerdas menuju Kabupaten Jayapura hebat,” tuturnya. (Irfan / Koran Harian Pagi Papua)