SENTANI (LINTAS  PAPUA) – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Jayapura menggelar pelatihan kurikulum 2013 di Aula SMA Negeri 1 Sentani, Kemiri, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Senin (15/10/2018) kemarin siang.

 

Pelatihan tersebut diberikan kepada Guru dan Kepala Sekolah (Kepsek) jenjang tingkat SD dan SMP Tahun 2018.

 

Ketua Panitia Pelaksana Pelatihan Kurikulum 2013, Slamet Riyadi, M.Pd mengatakan, pelatihan tersebut digelar untuk membentuk anak didik menjadi generasi millennial dan memenuhi empat kompetensi dasar.

 

“Kita di Kabupaten Jayapura pada tahun 2018 ini semua jenjang tingkat SD dan SMP telah melaksanakan kurikulum 2013 (K-13). Jadi, sudah tidak ada yang tersisisa lagi, sehingga semua sekolah sudah melaksanakn kurikulum 2013 tersebut,” tutur Slamet Riyadi yang juga sebagai Kepala Seksie (Kasie) Kurikulum pada Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura.

 

Lanjutnya, sebanyak 420 orang peserta yang mengikuti pelatihan kurikulum yang akan dilaksanakan selama tiga hari, yaitu tingkat SD sebanyak 300 orang, dan tingkat SMP sebanyak 120 orang.

 

“Jadi, totalnya secara keseluruhan sebanyak 420 orang peserta yang mengikuti pelatihan tersebut,” jelasnya.

 

Pembukaan Pelatihan Kurikulum 2013 ini dihadiri Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura Herald Berhitu, S.Pd, M.M., Seksie Kurikulum, Bidang SD dan Bidang SMP serta perwakilan LPMP Provinsi Papua.

 

Pelatihan dibuka langsung oleh Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, S.E, M.Si. Kepada wartawan, Bupati Mathius Awoitauw mengatakan, banyak cara yang dilakukan dalam proses pembelajaran untuk meningkatkan pendidikan anak.

 

“Kita berharap (pelatihan) ini bisa meningkatkan kapasitas guru-guru, untuk bagaimana mengelola kurikulum di sekolah masing-masing,” harapnya.

 

Dikatakan Mathius, tentunya pelatihan ini ada satu perubahan yang besar dengan adanya kurikulum 2013 ini, karena guru-guru dituntut untuk harus lebih kreatif lagi dan juga memberikan ruang seluas-luasnya kepada anak didiknya. Guna berekspresi, mengeluarkan kreativitasnya atau pengalamannya dan guru hanya menjadi fasilitator saja, sedangkan anak yang lebih pro aktif dalam proses belajar mengajar.

 

“Oleh karena itu, mudah-mudahan dengan adanya pelatihan ini akan terjadi satu perubahan yang besar untuk anak-anak yang kreatif dan juga untuk masa depan generasi muda kita,” harapnya.

 

Bupati Mathius meminta kepada para peserta agar dapat mengikuti pelatihan ini dengan baik, sehingga dapat bermanfaat untuk anak-anak didik. “Harapannya, agar terjadi perubahan yang besar bagi anak didik kita di daerah ini,” pinta Mathius Awoitauw diakhir wawancaranya. (Irfan / Koran Harian Pagi Papua)