Bappenda Kabupaten Jayapura Gelar Rakornis Pendapatan Daerah, Target PAD Capai 103 Miliar

0
499
Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, S.E., M.Si, didampingi Kepala Bappenda Kabupaten Jayapura Theopilus H. Tegay, saat memberikan arahan sebagai tanda membuka kegiatan Rakornis Pendapatan Daerah, di Aula Lantai II Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura, Senin (24/9/2018). (Irfan/ HPP)

SENTANI (LINTAS  PAPUA) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura melalui Badan Pengelola Pendapatan Daerah (Bappenda) menggelar Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Pendapatan Daerah, Senin (24/9/2018) kemarin pagi pukul 09.00 WIT.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Bupati Jayapura Mathius Awoitauw, S.E., M.Si, didampingi Kepala Badan Pengelola Pendapatan Daerah (Bappenda) Kabupaten Jayapura Theopilus H. Tegay, juga dihadiri Asisten II Bidang Perekonomian Setda Kabupaten Jayapura Eddy Susanto, Kepala Bappeda Kabupaten Jayapura,  Dra. Hanna Hikoyabi, juga dihadiri Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemkab Jayapura serta pimpinan BUMN dan BUMD.

“Ya, kegiatan rakornis tadi (kemarin) itu mengenai PAD (Pendapatan Asli Daerah) dengan target di tahun 2019 itu Rp 120 miliar. Nah, untuk tahun (2018) ini targetnya sudah mencapai Rp 103 miliar dan kita berharap kedepannya bisa lebih dari (target) itu, demikian penyampaian Bupati Mathius ketika ditanya wartawa harian ini usai membuka kegiatan Rakornis Pendapatan Daerah, di Aula Lantai II Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura.

Lebih lanjut, Bupati Mathius menegaskan, bahwa berdasarkan komitmen yang telah dibuat ini, karena itu setiap potensi pajak atau PAD, OPD dan berbagai sumber-sumber potensi PAD itu harus saling meningkatkan kerjasama.

“Kami berharap kerjasama antar potensi-potensi pajak (PAD), OPD dan berbagai sumber-sumber yang ada itu lebih ditingkatkan lagi. Karena dalam Rakornis mereka bisa sepakati untuk mencapai target PAD tersebut. Selain itu juga, kami berharap agar ke depan OPD dapat menggali potensi PAD yang ada di daerah ini. Sebab, hingga saat ini masih banyak potensi PAD yang belum di garap atau di kelola dengan maksimal,”  harap Mathius Awoitauw diakhir wawancara.

Senada dengan hal itu, Asisten II Bidang Perekonomian Setda Kabupaten Jayapura, Eddy Susanto menjelaskan, kegiatan rapat koordinasi teknis (Rakornis) ini dijadikan dasar untuk optimalisasi sumber-sumber Pendapatan Asli Daerah(PAD) yang ada di Kabupaten Jayapura.

“Akan tetapi, dalam mencari PAD itu jangan dikatakan sebagai nilai yang tertinggi tapi itu nilai terendah. Maka prinsip dalam mencari sumber pendapatan atau PAD itu carilah sebanyak-banyaknya sampai tak terhingga. Namun nanti dalam penggunannya harus ada batasan-batasan,”  jelas Eddy Susanto.

Selain itu, Eddy Susanto menambahkan, Kota Sentani ini sebagai ibukota Kabupaten Jayapura itu merupakan daerah yang sangat pesat perkembangannya, maka diharapkan seluruh Perangkat Daerah (PD) pengelola sumber-sumber PAD ini harus bisa melihat peluang dan celah untuk bisa meningkatkan sumber-sumber penerimaan PAD.

“Sehingga nanti kedepan apa yang menjadi program kegiatan di kabupaten ini, kita bisa di danai dengan sumber pendapatan yang mandiri dan ketergantungan dari pemerintah pusat lambat laun kita harus kurangi. Kemudian sumber-sumber PAD itu kita bisa gunakan untuk optimalisasi dalam rangka pelayanan kepada masyarakat,” papar Eddy Susanto,  yang juga Plt Kepala Dispendukcapil Kabupaten Jayapura.

Sementara itu ditempat yang sama, Kepala Badan Pengelola Pendapatan Daerah (Bappenda) Kabupaten Jayapura, Theopilus H. Tegay mengimbau, kepada semua OPD di lingkup Pemerintah Kabupaten Jayapura, agar dapat berinovasi mengelola sumber-sumber PAD yang ada.

Jadi, dari hasil pembahasan Rakornis Pendapatan Daerah yang kita gelar hari ini (kemarin) dan sesuai RPJMD Kabupaten Jayapura tahun 2017-2022 itu, untuk target PAD tahun 2019 yang telah kita tetapkan itu sebesar Rp 120 miliar. Nah, angka dari target yang baru kita sepakati dalam Rakornis tadi (kemarin) itu baru berkisar Rp 111.771.776.010, sehingga masih kurang sekitar Rp 8.228.223.990, imbuhnya.

“Untuk kekurangan ini, sesuai dengan kesepakatan dalam rapat tadi (kemarin) kita akan bahas pada minggu depan melalui tim ekonomi yang di koordiniri oleh pak Asisten II,” tukas pria yang akrab disapa Theo ini. (Irfan / Koran Harian Pagi Papua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here