Warga Danowage Wilayah Korowai  Minta Pemprov Buka Pertambangan Rakyat

0
236
Koordinator Warga Danowage Daud Tembu (kanan), menyampaikan aspirasi kepada Penjabat Gubernur Papua Soedarmo di Tanah Merah, Boven Digoel, pekan lalu. (Erwin / HPP)
Rombongan Forkopimda Papua, diantaranya Penjabat Gubernur Papua, Soedarmo, Panglima Kodam (Pangdam) XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI George Elnadus Supit dan Kapolda Papua, Irjen.Pol.Drs. Boy Rafli Amar, dan sejumlah anggota DPR Papua, Boy Dawir, Laurenzus Kadepa dan Yonas Nussy saat foto bersama di Bandara Tanah Merah sebelum bertolak menuju Korowai. (Foto Pribadi Anggota Komisi I DPR Papua, Laurenzus Kadepa )

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  –  Warga Danowage di Wilayah Korowai, menyambut positif penutupan pendulangan emas ilegal di wilayahnya yang sebagian besar dijalanan oleh orang non Papua. Kendati demikian, untuk jangka penjang mereka menuntut Gubernur Papua menerbitkan satu aturan yang melegalkan penambangan rakyat oleh warga setempat.

“Saya sebagai koordinator mereka pesan untuk bagaimana pada tambang emas yang sudah berjalan ini meski sudah ditutup, nantinya diterbitkan aturan supaya teman-teman warga lokal setempat dapat manfaatkan tambang rakyat itu meningkat ekonomi mereka,” ucap Koordinator Warga Danowage Daud Tembu, saat menyampaikan aspirasi kepada Penjabat Gubernur Papua di Tanah Merah, Boven Digoel, pekan lalu.

Pihaknya juga berharap agar Gubernur mengumpulkan lima kepala daerah di sekitar wilayah Korowai, untuk menyepakati prosedur pemberian ijin terhadap pertambangan rakyat di wilayah Korowai.

“Paling tidak setiap kabupaten menerapkan aturan yang sama untuk pertambangan rakyat yang nanti dibuka di wilayah Korowai. Sehingga setiap masyarakat Korowai juga punya porsi untuk bisa mengatur daerahnya dan meningkat ekonominya dari pengellaan tambang rakyat itu,” pungkasnya.

Sementara Penjabat Gubernur Papua Soedarmo mengatakan akan segera mengumpulkan lima bupati di sekitar wilayah Korowai untuk mendiskusikan pengelolaan pertambangan rakyat secara legal, guna meningkatkan ekonomi masyarakat setempat.

Pihaknya sependapat bila hasil bumi masyarakat setempat harus dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemajuan Papua dan tak dibawa keluar untuk menguntungkan satu pihak.

Sebelumnya, Penjabat Gubernur Papua Soedarmo mengambil langkah tegas dengan menghentikan segala bentuk aktivitas penambangan ilegal di wilayah Korowai, yang berbatasan langsung dengan lima kabupaten.

Keputusan ini diambil Gubernur Soedarmo usai memantau penambangan emas ilegal, Jumat (10/8), dari udara dengan helikopter milik Kodam XVII Cenderawasih.

Wilayah – Wilayah yang dijadikan penambangan ilegal di Korowai, saat terpantaui dari ketinggian. (Foto Anggota Komisi I DPR Papua, Laurenzus Kadepa)

Gubernur Soedarmo dalam pantauan udara didampingi Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafli Amar, Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen TNI G. Elnadus Supit, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Papua Pdt Lipiyus Biniluk, Anggota Komisi IV DPR Papua Boy Markus Dawir.

“Saya sudah minta Pangdam dan Kapolda serta Bupati Boven Digoel untuk menghentikan segala aktivitas penambangan ilegal di Korowai. Tak hanya penambangannya, juga setiap aktivitas transportasi udara helikopter dari bandara menuju tempat penambangan agar disetop sekarang juga”.

“Jadi, penutuan ini nanti di semua titik bukan saja dari pintu masuk Kabupaten Boven Digoel. Tetapi di semua pintu masuk kabupaten. Makanya nanti kita akan panggil para bupati yang wilayahnya ada penambangan ilegal tadi. Ini kan ada Yahukimo, Boven Digoel, Pegunungan Bintang, Mappi bahkan Asmat,” terang dia. (Erwin / Koran Harian Pagi Papua)