Pemilik Akun Fb Pexy Demetouw Diminta Klarifikasi Pernyataannya di Pemkot Jayapura  Terkait Festival Teluk Humboldt

0
1772
Wali Kota Jayapura DR. Benhur Tomi Mano, MM. (Dok/HPP)
Penganugrahan penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Wali Kota Jayapura kepada masing-masing pimpinan OPD tersebut, pada malam syukuran lepas sambut tahun baru yang digelar oleh Pemkot Jayapura, bertempat di Tempat Festival Humboltd Pantai Hamadi, Jumat (5/1/2018). (Elsye Sanyi / Koran Harian Pagi Papua)

JAYAPURA (LINTAS  PAPUA)  – Wali Kota Jayapura DR. Benhur Tomi Mano, MM dengan tegas meminta agar pemilik akun facebook (Fb) yakni Pexy Demetouw untuk segera menghadap dirinya di Kantor Wali Kota Jayapura, hari ini, guna mengklarifikasikan atas salah satu postigannya di media sosial melalui facebook yang menyoroti tentang pelaksanaan Festival Teluk Humboldt ke-X Tahun 2018, dan juga ia telah menyoroti Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Port Numbay dan para Ondoafi Port Numbay.

“Jangan sekali-kali menyakiti para Ondoafi Port Numbay, kita sangat menghormati adat dan Ondoafi kita. Untuk itu, saya beri waktu Senin (hari ini) agar Pexy Demetouw menghadap ke Kantor Wali Kota Jayapura untuk memberikan klarifikasi atas tanggapan dan komentar-komentar dia bersama para pendatang di akun fbnya, dan saya telah catat nama-nama akun mereka yang berkomentar didalam itu,” ucapnya dengan tegas mengawali sambutannya pada pembukaan Kegiatan Pameran dan Expose Hasil-Hasil Pembangunan Pemkot Jayapura, di GOR Waringin Kotaraja, kemarin.

Menurut BTM, pelaksanaan Festival Teluk Humboldt (FTH) ke-X Tahun 2018 di Jembatan Ringroad Pantai Hamadi, telah berjalan dengan aman, lancar dan sukses tapi masih saja mendapat komentar dari masyarakat melalui media sosial, atas nama pemilik akun facebook Pexy Demetouw asal Depapre yang menyoroti pelaksanaan FTH tersebut.

BTM meminta, agar pemilik akun tersebut harus segera mempertanggungjawabkan kata-katanya yang sudah menyoroti Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Port Numbay dan para Ondoafi yang ada di Port Numbay.

“Kepada para pendatang yang tinggal diatas tanah dan negeri ini (Port Numbay) jangan ikut bicara kalau tidak tahu tatanan adat orang Port Numbay. Adat tidak bisa dinilai dan dilombakan. Dengan kata-katanya yaitu ‘orang Port Numbay membodohi anak-anak sekolah’, untuk itu dia harus mempertanggungjawabkan kata-katanya tersebut. Dan harus mempertanggungjawabkannya dihadapan Ketua LMA Port Numbay dan para Ondoafi,” tandasnya. (Elsye Sanyi / Koran Harian Pagi Papua)