Mathias Mano Komitmen Maksimalkan Pengelolaan Destinasi Objek Wisata Port Numbay

0
92
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Jayapura Mathias B. Mano, saat melakukan Sapta Pesona di Kampung Holtekamp. (Elsye / HPP)
Keindahan Teluk Youtefa. Disana terdapat masyarakat yang harus juga didata secara baik serta diberikan pelayanan secara baik. (Eveerth Joumilena / HPP)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Jayapura Mathias B. Mano berjanji akan memaksimalkan pengelolaan destinasi objek wisata yang terdapat di wilayah Kota Jayapura, guna memberikan kepuasan pelayanan kepada masyarakat saat berkunjung ke tempat-tempat wisata tersebut.

Menurut Mathias, salah satu langkah awal yang akan dilakukannya adalah dengan melakukan roadshow ke kampung-kampung sekaligus memberikan sosialisasi guna membangun mindset atau pola pikir masyarakat Port Numbay selaku pemilik atau pengelola obyek wisata.

“Hal ini sangat penting karena objek wisata yang ada di Kota Jayapura begitu indah dan menarik untuk dijual kepada para wisatawan baik mancanegara maupun wisatawan nusantara,” ucapnya saat melakukan roadshow ke Pantai Holtekamp baru-baru ini.

Dia menyebutkan tiga hal utama yang harus dimiliki masyarakat dalam mengelola dan menata wisata pantai, antara lain bagaimana menciptakan rasa aman, menjaga kebersihan dan ramah kepada setiap orang atau pengunjung yang datang ke objek tersebut.

Untuk itu, dirinya meminta kepada masyarakat agar bersinergi dan mendukung para Kepala Kampung, karena aspek pariwisata yang dimiliki Kota Jayapura itu sangat menjanjikan.

Rosye Itaar, bersama anaknya , saat menikamti keindahan Teluk Youtefa, Pantai Abesauw (Facebook Pribadi Rosye)

Sehingga kedepannya, dia bertekad akan mengurangi pembangunan fisik pada sektor pariwisata yang dikelolanya.

“Kita akan fokuskan untuk membangun mindset atau merubah cara berpikir masyarakat, karena kunci keberhasilan itu ada di pikiran kita sendiri. bagaimana kita merubah pola pikir yang sering minta-minta dan sebaliknya kita harus bekerja karena kita diberikan tenaga oleh Tuhan. Mari kita manfaatkan sebaik-baiknya, karena semua ini demi kebaikan kampung kita,” pesannya.

Dengan demikian, diakuinya langkah tersebut sudah mulai dilakukannya kepada masyarakat Kampung Tobati, Distrik Jayapura Selatan selaku pengelola objek wisata Pantai Hamadi. Dan saat ini juga dilaksanakan di Kampung Holtekam dengan sasaran masyaraka selaku pengelola objek wisata Pantai Holtekamp, sesuai permintaan Kepala Pemerintahan Kampung, Husein dalam rangka melakukan sosialisasi tentang Sapta Pesona, sekaligus memberikan pelatihan manajemen pengelolaan pantai Holtekam.

Festival Teluk Humboldt 2017, Tampak sebuah pentas tarian Cenderawasih yang meriahkan lokasi festival di Pantai Hamadi pada 2017 lalu. (Eveerth Joumilena / HPP)

Lanjutnya, permintaan kegiatan sosialisasi tersebut berawal dari ketidaknyamanan pengunjung di Pantai Holtekam karena kerap kali pengunjung di tagih biaya masuk lokasi dengan harga Rp. 20.000 hingga Rp.40.000.

Dia berharap kedepannya, masyarakat pengelola tempat wisata bisa menciptakan suasana yang aman, nyaman, indah, tertib serta ramah kepada para pengunjung. (Elsye Sanyi / Koran Harian Pagi Papua)